BangkaPos/

Aksi Premanisme Terhadap Wartawan Pos Belitung, Terkait Berita Penambangan Pasir

Tindak kekerasan menimpa wartawan Pos Belitung Disa Aryandi, Selasa (26/9/2017) sore, di kantor Pos Belitung, di Jalan Gaparman nomor 7

Aksi Premanisme Terhadap Wartawan Pos Belitung, Terkait Berita Penambangan Pasir
Pos Belitung/Dede
Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Pratidina KR mempertemukan pihak pos belitung dan perwakilan LSM Intel serta Perwabel usai kejadian pengeroyokan di ruang rapat pos belitung, Selasa (27/9/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Rusmiadi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG- Tindak kekerasan menimpa wartawan Pos Belitung Disa Aryandi, Selasa (26/9/2017) sore, di kantor Pos Belitung, di Jalan Gaparman nomor 7, Kelurahan Lesung Batang, Tanjungpandan, Belitung.

Aksi premanisme ini dilakukan oleh beberapa orang dari organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Intel dan Forum Wartawan Belitung (Forwabel), yang saat itu mendatanggi kantor Pos Belitung.

Tindak lanjut dari kejadian ini, korban melaporkan ke Polsek Tanjungpandan. Beberapa orang sebagai saksi maupun korban menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian hingga Rabu (27/9/2017) dini hari. 

Persoalan dari tindak kekerasan terhadap wartawan ini berawal dari pemberitaan penambangan pasir yang dimuat di Harian Pos Belitung edisi Jumat (22/9/2017). 

Kedatangan mereka ke kantor Harian Pos Belitung pada hari Selasa sore sekitar pukul 15.15 WIB, diterima Manager Produksi Pos Belitung Kamri dan Asisten News Manager Pos Belitung Rusmiadi, di ruang rapat kantor Harian Pos Belitung.

Ada sekitar tujuh orang dari perwakilan LSM dan organisasi wartawan ini diterima di ruang rapat, sekitar belasan lainnya berada di halaman dan teras kantor.

Dari perwakilan LSM Intel dan Forwabel menanyakan keberadaan Disa Aryandi, wartawan Pos Belitung yang menulis berita tentang penambangan pasir tersebut.

Dalam pertemuan itu dari pihak LSM Intel dan Forwabel mempermasalahkan terbitnya berita tentang penambangan penambangan pasir itu. Sedangkan dari isi berita tidak ada yang menjadi maslalah.

Saat itu dari pihak LSM Intel dan Forwabel menjelaskan terkait penambangan pasir itu untuk keperluan masyarakat. Mereka menyayangkan adanya pemberitaan itu sehingga berdampak luas. 

Halaman
12
Penulis: rusmiadi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help