BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

CV Kenanga Jaya Farm Tak Miliki Izin, DLH Tutup Sementara Peternakan Babi

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka menghentikan operasional peternakan babi milik CV Kenanga Jaya Farm.

CV Kenanga Jaya Farm Tak Miliki Izin, DLH Tutup Sementara Peternakan Babi
Daily Mail
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka menghentikan operasional peternakan babi milik CV Kenanga Jaya Farm. 

Apalagi peternakan babi berskala besar sebanyak 600 ekor tersebut, menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Meinalina tidak memiliki izin.

"Izinnya belum ada baru advice planning. Advice planning itukan ruang, dalam advice planning itu si pemohon harus melengkapi persyaratan yang lainnya termasuk UKL, UPL itu belum ada. Pengajuannya belum ada ke DLH," ungkap Meinalina kepada bangkapos.com, Rabu (28/9/2017) di Kantor Bupati Bangka.

Diakuinya, warga etnis Cina di lingkungan sekitar peternakan juga mengeluh bau limbah kotoran babi dari CV Kenanga Jaya Farm. Untuk itu DLH meminta menutup sementara peternakan babi tersebut.

"Kalau mereka mau menjual babinya juallah yang kotoran babi tolong disedot dikasih ke kebun orang yang perlu. Dalam satu minggu ini dikasih waktu penghentian. Ditindaklanjutinya  buat izin baru. Kita ada ketentuan, ada aturan," jelas Meinalina.

Sebelumnya Amen,  Pengurus Lapangan CV Kenanga Jaya Farm kepada wartawan mengaku peternakan babi tersebut sudah berdiri sejak satu tahun lalu. Ia tidak mengetahui masalah perizinan peternakan tersebut karena pekerjaannya sebagai pengurus lapangan.

Namun dikatakannya, pihak perusahaannya dulu pernah mengajukan perizinan tetapi tidak tau sampai dimana.

Sedangkan terkait masalah bau adanya komplin dari masyarakat sudah seminggu yang lalu dan sudah ada tim dari Pemkab Bangka meninjau ke peternakan terkait masalah bau limbah kotoran dari peternakan babi milik CV Kenanga Jaya Farm.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help