BangkaPos/

Penderita Serviks Paling Banyak di Babar dan Basel

Total penderita kanker leher rahim (serviks) di Bangka Belitung sepanjang (Januari-Juni) 2017 sebanyak 19 orang.

Penderita Serviks Paling Banyak di Babar dan Basel
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangka Belitung, Muhamad HendriĀ  

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Jumlah penderita kanker leher rahim (serviks) di Bangka Belitung memang masih tergolong sedikit. Namun penyakit ini tak bisa diremehkan karena menjadi penyakit penyebab kematian wanita paling tinggi di Indonesia. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui unit layanan kota dan kabupaten.

Total penderita kanker leher rahim (serviks) di Bangka Belitung sepanjang (Januari-Juni) 2017 sebanyak 19 orang. Sedangkan dari penderita lama kanker serviks sebanyak 157 orang. 

Kabupaten Bangka Barat dan Bangka Selatan menjadi dua kabupaten dengan penderita Serviks paling banyak.

Kasus penderita Serviks di Bangka Barat 2017 ditemukan sebanyak delapan orang dengan total penderita serviks dari data lama sebanyak 85 orang.

Sementara di Kabupaten Bangka Selatan penderita serviks 2017 ditemukan empat orang dengan total penderita lama sebanyak 46 orang. 

"Belum ada penelitian kenapa penderita serviks di Bangka Barat dan Bangka Selatan lebih banyak. Namun dari aspek sosiologi kemungkinan karena perilaku hidup kurang bersih dan sehat. Secara keduanya menjadi tempat transit dari aktivitas penambangan serta angka kawin muda lebih banyak," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangka Belitung, Muhamad Hendri yang enggan banyak berkomentar karena alasan kemungkinan ini belum didasari penelitian resmi. 

Dikatakan Hendri, pemerintah daerah telah menggalakkan program penanggulangan penyakit serviks sejak 2010 secara bertahap.

Mulai 2015, Pemda mengadakan pemeriksaan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) gratis yang menargetkan pemeriksaan untuk usia 30-50 tahun. 

"Rentan usia itu punya risiko kanker leher rahim yang lebih besar. Nanti 12 Oktober 2017 kita akan melibatkan puskesmas untuk bekerjasama dengan BKKBN dan PKK untuk program pencegahan ini," tambah Henri.

Diketahui jumlah wanita Babel yang ditargetkan menjalani pemeriksaan IVA sebanyak 201.949 orang.

Hingga saat ini realisasi pencapaian target sebesar 30 persen sebanyak 60.585 orang.

Program pengendalian penyakit serviks diharapkan akan selesai 2019 nanti. 

Penulis: Dhina Sakti
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help