20 Persen Perekonomian Babel Masih Ditopang dari Sektor Tambang

Contohnya bahan konsumsi itu harus dipenuhi dari dalam (lokal) sehingga menyentuh masyarakat dan ada multiflyer

20 Persen Perekonomian Babel Masih Ditopang dari Sektor Tambang
Istimewa
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darwis Sitorus 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darwis Sitorus menjelaskan fluktuatif perekonomian Bangka Belitung masih dipengaruhi volume produksi timah.

Sebabnya sebesar 20 persen perekonomian Bangka Belitung masih dipengaruhi sektor pertambangan timah.

"Naik turunnya timah sangat mempengaruhi perekonomian. Fenomena naik turunnya timah juga bisa kita perhatikan dari aktivitas di SPBU. Kalau ada banyak mobil yang mengantri solar itu kemungkinan aktivitas pertambangan sedang naik," jelas Darwis saat ditemui Bangka Pos, Kamis (28/9).

Sektor pertambangan memang mendominasi perekonomian Babel disusul dengan pertanian, perdagangan dan pariwisata. BPS memprediksi pariwisata dapat menjadi potensi untuk mendongkrak ekonomi Babel.

Dengan syarat, kebutuhan penunjang pariwisata didukung oleh produk lokal daerah.

"Contohnya bahan konsumsi itu harus dipenuhi dari dalam (lokal) sehingga menyentuh masyarakat dan ada multiflyer effect. Kalau tidak maka hanya pengusaha hotel saja yang menikmati keuntungan pariwisata,"tambahnya.

Di balik itu semua, dikatakan Darwis ajang pertemuan tiga negara Indonesia, Malaysia dan Thailand IMT-GT menunjukkan sikap pemerintah daerah yang mulai paham sektor ekonomi pengganti pasca tambang dengan kerjasama di bidang pariwisata dan pertanian.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved