BangkaPos/

Dugaan SPPD Fiktif DPRD, Kejari Panggil Tiga Nama Namun Cuma Seorang Hadir

Alasan kedua anggota dewan yang berhalangan hadir itu karena alasan sedang dinas luar dan mereka minta dijadwal ulang

Dugaan SPPD Fiktif DPRD, Kejari Panggil Tiga Nama Namun Cuma Seorang Hadir
Bangkapos/Ryan Agusta
Kasi Intelijen Kejari Kota Pangkalpinang, Hendi Arifin SH 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Akhirnya pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pangkalpinang menepati janjinya untuk mengusut tuntas perkara kasus dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas (SPPD)  yang diduga diselewengkan oleh segelintir oknum anggota DPRD Kota Pangkalpinang.

Janji tersebut dibuktikan, Kamis (28/9/2017) pihak Kejari Kota Pangkalpinang melakukan pemeriksaan terhadap seorang anggota dewan kota setempat yakni Zaki Yamani.

Sebelumnya pihak penyidik Pidana Khusus (Piidsus) Kejari Kota Pangkalpinang telah melayangkan surat panggilan terhadap dua anggota dewan lainnya masing-masing M Rusdi dan A Gani kini menjabat selaku wakil ketua Komisi I di DPRD Kota Pangkalpinang sebagai saksi guna diperiksa di hari yang sama atau bersamaan dengan Zaki Yamani, Kamis (28/9/2017).

Namun dua orang anggota DPRD Kota Pangkalpinang, M Rusdi politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) mantan ketua Komisi I di DPRD Kota Pangkalpinang dan A Gani politisi asal Golkar sedianya dijadwalkan untuk diperiksa, Kamis (28/9/2017) justru tak hadir memenuhi panggilan tim penyidik Pidsus Kejari Kota Pangkalpinang.

Plt Kajari Kota Pangkalpinang, Maiza Khoirawan SH melalui Kasi Intelijen Kejari Kota Pangkalpinang, Hendi Arifin SH mengatakan jika pihaknya memang baru sekarang memulai pemeriksaan terhadap sejumlah anggota DPRD Kota Pangkalpinang terkait perkara kasus dugaan penyimpangan penggunaan anggaran atau dana SPPD namun diduga fiktif.

Hanya saja menurutnya sesuai jadwal yang telah ditentukan pihaknya jika pemeriksaan 3 orang anggota dewan kota Pangkalpinang itu pada Kamis (28/9/2017) justru cuma satu anggota dewan yang memenuhi panggilan tersebut.

"Dua orang anggota dewan lainnya M Rusdi dan Gani semestinya mereka berdua hadir hari ini guna diperiksa namun cuma satu orang yang hadir (Zaki Yamani---red) hari ini. Alasan kedua anggota dewan yang berhalangan hadir itu karena alasan sedang dinas luar dan mereka minta dijadwal ulang," kata Hendi, Kamis (29/9/2017) di gedung kantor Kejari Kota Pangkalpinang.

Meski begitu ditegaskanya pihak Kejari Pangkalpinang pun akan memanggil kembali anggota dewan kota lainnya guna dilakukan pemeriksaan terkait kasus serupa, dan rencana pemeriksaan anggota dewan tersebut sebanyak dua orang.

"Rencana besok (Jumat 29/9/2017--red) 4 orang anggota dewan lagi Rusdi,  A Gani, Zubaidah dan Murti Mardiana (ketua Komisi III--red). Mereka ini akan kita minta keterangan terkait kasus yang sama namun pemeriksaan sebagai saksi," tegasnya.

Sementara Zaki Yamani kini menjabat selaku ketua Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang saat ditemui usai pemeriksaan di gedung Kejari Kota Pangkalpinang, Kamis (28/9/2017) dari pagi hingga berakhir siang terkait pemanggilan dirinya oleh tim penyidik Pidsus Kejari Kota Pangkalpinang justru politisi asal partai Demokrat tersebut tak banyak berkomentar.

"Saya hanya dimintai keterangan saja. Untuk hal-hal yang lain saya belum mau berkomentar lebih jauh," kata Zaki singkat di hadapan wartawan siang itu.

Sebagaimana berita yang pernah dilansir harian ini sebelumnya disebutkan terkait perkara kasus dugaan SPPD fiktip tahun anggaran 2016 senilai Rp 300 juta itu pihak Kejari Kota Pangkalpinang sebelumnya telah berencana akan melakukan pemeriksaan sedikitnya 13 orang anggota DPRD Kota Pangkalpinang. (*)

Penulis: ryan augusta
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help