Ikut Peduli, Wartawan Basel Gelar Aksi Solidaritas Kekerasan Terhadap Wartawan

Sebanyak delapan wartawan yang tergabung dalam Pokja Wartawan Kabupaten Bangka Selatan melaksanakan aksi damai

Ikut Peduli, Wartawan Basel Gelar Aksi Solidaritas Kekerasan Terhadap Wartawan
bangkapos/riki
Aksi solidaritas wartawan Bangka Selatan terhadap kekerasan yang dialami oleh Disa Wartawan Pos Belitung, foto diambil Kamis (28/9/2017) di simpang Nanas Toboali 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Sebanyak delapan wartawan yang tergabung dalam Pokja Wartawan Kabupaten Bangka Selatan melaksanakan aksi damai, solidaritas terhadap wartawan asal Belitung yang mengalami kekerasan pemukulan oleh oknum LSM, pada Kamis (28/9/2017) siang, di simpang Nanas Toboali.

Dalam aksi solidaritas itu, setiap Jurnalis dari berbagai media cetak, TV dan online mengutuk keras mengenai tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap oknum wartawan.

Menurut mereka, profesi wartawan merupakan pembuat berita bukan pembuat petaka, dan seharusnya pers bebas, tanpa intimidasi, sehingga tak sepantasnya mendapatkan kekerasan terhadap wartawan.

Dalam aksi yang berlangsung singkat itu para pewarta meminta pihak polisi di Belitung agar secepatnya menuntaskan sikap premanisme yang dilakukan oleh oknum LSM terhadap wartawan.

"Kami mengutuk kekerasan terhadap wartawan, wartawan bekerja dilindungi undang undang, tidak seharusnya oknum tersebut melakukan kekerasan terhadap wartawan, kami meminta tangkap dan usut tuntas kasus kekerasan terhadap wartawan,"ujar Juniardi ketua Ikatan Jurnalis Basel, dalam orasinya, Kamis (28/9/2017)

Hal senada juga diucapkan oleh Korlap aksi Dedy Irawan yang mengecam kekerasan terhadap wartawan dan meminta pihak polisi menuntaskan kasus itu dengan seadil adilnya. Selain itu ia juga menyanyikan yel yel untuk membangkitkan semangat dalam aksi tersebut.

Dimana, pernah diberitakan sebelumnya pengeroyokan dan pemukulan terjadi pada Selasa (29/9).

Puluhan orang yang mengatasnamakan perwakilan sebuah Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan perkumpulan wartawan menyambangi kantor Harian Pos Belitung.

Kedatangan mereka menanyakan terkait adanya pemberitaan penambangan pasir di jalan Martapura, ketika itu mereka ingin bertemu dengan wartawan yang membuat beritanya.

Dalam perbincangan itu terjadi perdebatan hingga terdengar suara gebrakan di meja, keributan pun terjadi dan berujung pada pemukulan dan pengeroyokan terhadap Disa.

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved