Tidak Ada Money Changer, IKM Kesulitan Bertransaksi di IMT-GT

Industri Kecil Menengah (IKM) yang terlibat dalam IMT-GT ke 23 tahun 2017 di Novotel mengaku kesulitan saat transaksi dengan delegasi

Tidak Ada Money Changer, IKM Kesulitan Bertransaksi di IMT-GT
bangkapos/Krisyanidayati
Para Delegasi dari Malaysia dan Thailand berbelanja batik. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Industri Kecil Menengah (IKM) yang terlibat dalam Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke 23 tahun 2017 di Novotel mengaku kesulitan saat transaksi dengan delegasi dari Malaysia dan Thailand yang tidak mengantongi cukup banyak uang rupiah

D.Mahendra Djusman salah satu IKM yang menjual Batik mengatakan seharusnya disediakan money changer agar transaksi mereka dengan pembeli dari dua negara ini lebih mudah. 

"Omset sebenarnya lumayan, cuma untuk transaksi kesulitan mereka enggak semuanya pegang rupiah banyak, kalau pakai dolar itu juga kalau 10 dolar saya pengalaman bank enggak mau nukerin," katanya ditemui Bangka Pos, Kamis (28/9/2017). 

Ia berharap kedepannya untuk event-event internasional harus menyiapkan booth money changer untuk mempermudah transaksi IKM. 

"Sayangnya tidak disiapkan booth money changer, kedepan kayaknya ini penting untuk disediakan apalagi kan batik harganya lumayan, mereka minta kami menyimpan barangnya karena uang rupiahnya belum cukup, baru diambil besoknya," ceritanya. 

Senada, Zhulaika IKM pangan juga mengalami serupa pembelinya dari Negeri Jiran terpaksa harus menitipkan barangnya juga karena kekurangan uang rupiah

"Kemarin banyak belanja, tapi mereka dikit bawa uang rupiah jadi sisanya mereka bayar sisanya besok," katanya.


Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help