BangkaPos/

BPOM Babel Uji Bahan Pangan yang Dijual di Pasar Tanjungpandan dan Berehun

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Babel melakukan pengujian makanan yang dijual di Pasar Berehun

BPOM Babel Uji Bahan Pangan yang Dijual di Pasar Tanjungpandan dan Berehun
bangkapos.com/Dede Suhendar
Petugas BPOM Babel mengambil sample bahan pangan yang dijual di Pasar Tanjungpandan dan Pasar Berehun, Jumat (29/9/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Babel melakukan pengujian makanan yang dijual di Pasar Berehun, Jumat (29/9/2017). Sebelumnya kegiatan yang sama sudah dilakukan di Pasar Tanjungpandan, Kamis (28/9/2017).

Kegiatan yang didampingi oleh Dinas Koperasi UKM dna Tenaga Kerja itu mengambil 30 sample untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna non pangan spt rhodamin B dan methanyl yellow.

"Sample yang kami ambil itu antara lain mie basah, tahu, ikan, ayam, daging, terasi, kue, ikan, ayam, terasi, kemplang dan lainnya. Hasilnya dari seluruh sample yang diuji hasilnya tidak ditemukan adanya indikasi kandungan bahan berbahaya dari dua pasar itu," ujar Staf Seksi Pemeriksaan, Penyidikan dna Layanan Informasi Konsumen BPOM Babel Dyah kepada posbelitung.

Ia mengatakan, pengujian sample makanan langsung di pasar dengan menggunakan metode cepat (test kit).

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan dalam membeli bahan makanan di pasar tradisional.

"Pengujiannya kami lakukan langsung di lapangan. Hasilnya memang nihil," katanya.

Meskipun demikian, BPOM Babel tetap mengimbau kepada pelaku usaha pangan untuk tidak menggunakan bahan yang dilarang seperti boraks, formalin dan pewarna tekstil.

Selain itu, bagi masyarakat juga harus teliti dalam memilih bahan pangan. Dirinya menyarankan agar membeli bahan pangan yang kondisinya masih baik dan segar.

"Tetap harus teliti dalam membeli, pilih bahan pangan yang masih segar. Pengusaha atau pedagang juga jangan mencampur bahan makanan dengan menggunakan bahan terlarang," katanya.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help