BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Usai Tertibkan Tambang Ilegal, Direktur PDAM Tirta Bangka Sering Ditelpon Pembeking

Susahnya setiap dilakukan pendekatan persuasif ada saja para pembeking yang akan jadi pahlawan membela penambang liar

Usai Tertibkan Tambang Ilegal, Direktur PDAM Tirta Bangka Sering Ditelpon Pembeking
IST
Kondisi dekat kolong PDAM di Merawang yang dihajar TI, Jumat (29/9/2917) saat ditertibkan oleh Tim Satpol PP Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur Utama PDAM Welliandra Bashir menilai maraknya para penambang di kawasan air baku PDAM Tirta Bangka di Kecamatan Merawang tidak lepas dari alasan klasik demi perut.

Namun sayang mengorbankan kepentingan sumber air baku demi masyarakat.

Baca: TI Ilegal Kembali Hajar Kolong PDAM, Tim Satpol PP Bangka Lakukan Penertiban

"Susahnya setiap dilakukan pendekatan persuasif ada saja para pembeking yang akan jadi pahlawan membela penambang liar. Bahkan tak segan para penambang menyebut nama aparat atau pejabat. Terbukti setelah saya sidak tak lama ada saja para pembeking nelpon atau langsung ketemu saya ketika saya jelas kan biasan manggut-manggut di belakang tetap lah intruksinya berjalan," sesal Wellindra, Jumat (29/9/2017) kepada bangkapos.com.

Diakuinya, penertiban di sumber air baku PDAM di Merawang sebenarnya ia sudah menemui langsung para penambang beberapa hari sebelum razia. Saat itu para penambang komit serta sepakat untuk tidak beraktifitas.
Namun sayangnya ternyata tidak lama dia mendapat laporan mereka masih tetap beroperasi.

"Sudah saya koordinasi dengan bapak Juliansyah selaku Babin Polsek Merawang dan saya juga melaporkan ke Pak Kusyono selaku Sektaris Pol PP untuk dirertibkan. Hal ini tak lepas dari saya koordinasi dengan Pak Kamil Abu Bakar selaku Dewan Pengawas PDAM Tirta Bangka," kata Wellindra.

Dia berharap jika sudah ditertibkan diambil tindakan tegas biar para penambang TI tersebut jera.

"Karena biasanya para penambang nanti gimana caranya kok mesin atau pompa bisa lolos padahal sebagai barang bukti. Sudah banyak kejadian ini dulu saya tutup mata lah karena belum ada perda perlindungan air baku, Tahun 2017 sudah ada perda ya kita lihat lah nanti. Saya siap bila perlu ke ranah pidana baru akan jera. Kalau selama ini tetap lah hukumannya tindak lanjut tipiring. Semoga hal  ini  tidak berlanjut, sayang air baku kita sudah mulai bersih," harap Wellindra.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help