BangkaPos/

Warga Berjaga dan Pantau Pergerakan KIP di Perairan Rambat

Sejumlah perwakilan warga dari desa Rambat,  Air Nyatoh,  Tungau, Peradong, Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip berkumpul di tepi pantai

Warga Berjaga dan Pantau Pergerakan KIP di Perairan Rambat
bangkapos/anthoni ramli
Warga yang menolak KIP tampak keluar rumah berkumpul di tepi pantai untuk berjaga-jaga 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, Bangka -- Sejumlah perwakilan warga dari desa Rambat,  Air Nyatoh,  Tungau, Peradong, Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip berkumpul di tepi pantai, Jumat (29/9/2017).

Mereka menolak sekaligus mengawasi kabar dan rencana masuknya empat Kapal Isap Produksi (KIP) yang akan beroperasi di perairan Rambat Kecamata Simpang Teritip, kabupaten Bangka Barat. 

warga menolak kip
warga menolak KIP (bangkapos/anthoni ramli)

Camat Simpang Teritip Sumardi, mengatakan adanya titik kumpul sejumlah perwakilan warga di perairan Rambat ini sebagai bentuk penolakan warga dan nelayan menyusul kabar masuk dan beroperasinya KIP di perairan tes tersebut. 

Sebab diakui Sumardi, sampai saat ini wacana masuknya empat KIP di perairan Rambat Belum disosialisasikan dengan masyarakat. 

"Bukan aksi, cuma mereka berjaga jaga mana tau KIP tetap memaksa masuk maka masyarakat menggunakan cara mereka sendiri. Karena dari dulu sudah saya sampaikan kalau masyarakat saya (Teritip-red)  menolak adanya KIP," ujar Sumardi kepada bangkapos.com, Jumat (29/9/2017) sore. 

Penulis: oni
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help