BangkaPos/

Tes Keperawanan di Atas Kain Putih, Jika Tak Perawan Wanita Ini Akan Dibeginikan

Malam pertama merupakan rahasia yang harus dijaga oleh pasangan suami-istri.

Tes Keperawanan di Atas Kain Putih, Jika Tak Perawan Wanita Ini Akan Dibeginikan
Ilustrasi 

"Agama kita tidak mengajarkan seperti itu. Kamu harus memberi penjelasan dengan cara yang baik kepada pihak keluargamu. Bahwa kita harus menjaga pergaulan, betul. Tapi tidak begitu caranya," ujar sang ustaz.

Seseorang bekas penghulu di salah satu desa dalam wilayah kecamatan Penukal, PALI, tempat tradisi itu pernah ada. H Wancik (65), orangnya.

Dikutip dari Sriwijaya Post, ia menceritakan, sebelum tahun 90-an, jejaka yang ingin bertemu gadis pujaannya harus bernyali dan berjuang keras.

Pada masa itu, bertemu dan berduaan harus sembunyi-sembunyi jika tak ingin babak belur dan dikenakan denda.

"Kalau mau ketemu gadis, harus sembunyi-sembunyi. Kalau ketahuan bisa dipukul atau dibawa ke rumah kepala desa dan dikenakan denda," kata Wancik,

Menurut Wancik, ketatnya aturan pergaulan antara pria dan wanita tersebut bukan tanpa sebab.

Hal ini dilakukan karena keluarga sang gadis berusaha menjaga kehormatan dan kesucian anak gadisnya.

Juga agar tidak malu, saat sang gadis menikah pada saatnya.

Bagi pria, keperawanan adalah kehormatan seorang gadis pada masa itu.

"Mempelai pria bisa saja mengembalikan perempuan yang baru saja dinikahinya kalau terbukti tak perawan lagi. Makanya ada adat seperti itu," katanya.

Halaman
1234
Editor: edwardi
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help