BangkaPos/

KPAD Babel Sayangkan Kasus Kekerasan Seksual Terjadi Lagi di Basel

Ketua KPAD Babel, Sapta Qodria Muafi menyesalkan mengenai terjadinya kembali kasus kekerasan seksual terjadi terhadap anak di bawah umur

KPAD Babel Sayangkan Kasus Kekerasan Seksual Terjadi Lagi di Basel
bangkapos.com
Sapta Qodria Muafi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah Bangka Babel (KPAD), Sapta Qodria Muafi menyesalkan mengenai terjadinya kembali kasus kekerasan seksual terjadi terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Simpangrimba, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung.

Menurut Sapta hal ini bisa terjadi karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap anaknya, sehingga menyebabkan anak bergaul secara bebas yang mengakibatkan anak menjadi korban kekerasan seksual.

"Kami sangat menyesalkan kejadian seperti ini terjadi, hal ini terjadi akibat kurangnya pengawasan dari orang tua yang menyebabkan pergaulan terlalu bebas sehingga anak tersebut bisa bebas melakukan hal yang tak layak dilakukan anak seumurnya," jelas Sapta kepada wartawan, Minggu (1/10/2017).  

Dengan adanya kasus ini, pihak KPAD Babel berharap peran orang tua, sekolah dan pemerintah daerah untuk bersama sama menyelesaikanya, sehingga tidak akan terjadi lagi dimasa mendatang.

"Untuk tindak lanjut saya berharap peran serta kedua orang tua, sekolah dan pemerintah setempat untuk menyelesaikan kasus ini sehingga bisa kita selesaikan sebagaimana mestinya. Khususnya kita KPAD dan P2TP2A Kabupaten Bangka selatan, akan melakukan penekanan dengan aturan yang melarang keras anak dibawah umur untuk berkeliaran diluar rumah," lanjutnya.

Menurutnya kedepannya perlunya ada pengawasan, serta bimbingan serta pelajaran untuk anak anak untuk lebih di perketat lagi.

"Baik dari mulai memilih teman pergaulan, melihat isi dari telepon seluler anak kita, supaya hal yang berbau tidak mendidik bisa kita jauhkan dari mereka,"ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, terjadi kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, korbannya F (13) seorang siswi SMP di Kecamatan Simpangrimba, ia juga harus kehilangan masa remajanya karena hamil satu bulan, setelah menjadi korban pemerkosaan, yang dilakukan oleh R (17) temannya sendiri.

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help