BangkaPos/

KPAD Berharap Pelaku Kekerasan Seksual di Jerat UU Perlindungan Anak

Kasus yang menimpa siswi SMP di Kecamatan Simpang Rimba merupakan tindakan kekerasan seksual anak di bawah umur

KPAD Berharap Pelaku Kekerasan Seksual di Jerat UU Perlindungan Anak
bangkapos.com
Sapta Qodria Muafi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kasus yang menimpa siswi SMP di Kecamatan Simpang Rimba merupakan tindakan kekerasan seksual anak di bawah umur, dimana kali ini, F (13) harus kehilangan masa remajanya karena hamil setelah menjadi korban pemerkosaan.

Ironisnya pelaku perbuatan tidak senonoh itu dilakukan oleh R (17) yang merupakan teman korban.

Akibat kejadian itu Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah Bangka Babel (KPAD) Sapta Qodria Muafi mengatakan bahwa pelaku kekerasan agar bisa di tindak lanjuti sesuai dengan Undang undang Perlindungan anak nomer 35 tahun 2014 atas perubahan dari UU nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Yang mana pelaku sudah menjurus ke pemanfaatan anak untuk melampiaskan nafsu bejatnya dan korban di bawah pengancaman," jelas Sapta kepada wartawan, Minggu (1/10/2017).

Sementara untuk kasus yang ditangani oleh KPAD Babel selama tahun 2017 terdapat 30 kasus, dengan enam kasus terdapat di Kabupaten Bangka Selatan.

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help