Tidak Sesuai Sipol Parpol Terancam Tidak Terdaftar

KPU harus mensosialisasikan kepada partai politik untuk pendaftaran verifikasi dan penetapan parpol peserta pemilu 2019.

Tidak Sesuai Sipol Parpol Terancam Tidak Terdaftar
bangkapos/nurhayati
Kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis tata cara pendaftaran verifikasi dan penetapan parpol peserta pemilu 2019, Sabtu (30/9/2017) di Ruang Meeting Parai Beach Resort and Spa. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis tata cara pendaftaran verifikasi dan penetapan parpol peserta pemilu 2019, Sabtu (30/9/2017) di Ruang Meeting Parai Beach Resort and Spa.

Menurut Ketua KPU Kabupaten Bangka Zulkarnain berdasarkan Peraturan KPU No 11 Tahun 2017 KPU harus mensosialisasikan kepada partai politik untuk pendaftaran verifikasi dan penetapan parpol peserta pemilu 2019.

Untuk itu, pihaknya mengundang seluruh parpol peserta pemilu dimana ada 12 partai politik di Kabupaten Bangka sebagai peserta pemilu ditambah empat partai baru yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Islam Damai Aman (Idaman), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Berkarya.

"Selain mengundang partai kami mengumumkan ke media melalui website kami dan RRI untuk menyampaikannya," kata Zulkarnain kepada bangkapos.com. 

Disampaikannya pada tanggal 3 hingga 16 Oktober 2017 berdasarkan tahapan yang ada sesuai PKPU Nomor 7 Tahun 2017 adalah masa pendaftaran partai politik di kabupaten/kota. 

Zulkarnain mengimbau supaya parpol saat mendaftar melengkapi dokumen mereka yang menyangkut Kartu Tanda Anggota (KTA) yang dilengkapi fotokopi E-KTP atau surat keterangan (suket) dimana dimana data tersebut akan disesuaikan dengan sistem informasi partai politik (sipol)

"KPU sudah mempunyai sistem informasi partai politik dan juga ke partai politik di pusat sudah di bimtek tentang sipol ini. Jadi segala sesuatu itu bisa dilihat di sipol makanya akan terlihat apakah penyerahan dokumen itu sesuai tidak dengan sipol yang sudah mereka isi sendiri," jelas Zulkarnain.

Untuk itu KPU sesuai PKPU meneliti kelengkapan kebenaran dokumen yang diserahkan dengan sipol.

"Jadi ketika parpol mendaftar KPU akan meneliti kok dak sesuai dengan sipol ini kami kembalikan jadi kami tidak bisa menerima. Kalau ada kesesuaian antara yang diserahkan dengan sipol  baru kami terima. Jika sampai waktunya tidak sesuai sipol ya dianggap mereka tidak mendaftar karena mereka tidak ada tanda terima dengan KPU," tegas Zulkarnain.

Disinggung parpol tidak bisa mencalonkan calegnya jika dokumen parpol tidak sesuai sipol menurut Zulkarnain itu bukan kewenangan KPU Kabupaten Bangka tetapi kewenangan KPU Republik Indonesia yang menentukannya.

"Kewenangan kami hanya memberikan laporan kepada KPU partai ini tidak mendaftar. Masalah penetapan apakah mereka ikut atau sebagai peserta pemilu itu bukan kewenangan KPU kabupaten/kota itu adalah kewenangan KPU RI," kata Zulkarnain.

Ditegaskannya bahwa pendaftaran parpol adalah sentralistik dimana KPU kabupaten/kota hanya membantu KPU RI dalam melaksanakan kegiatan ini

Dia berharap dalam melakukan pendaftaran parpol sesuai waktu yang dijadwalkan dari tanggal 3 hingga 15 Oktober dari jam 08.00 WIB sampai jam 16.00 WIB. Namun pada hari terakhir pada tanggal 16 Oktober KPU menambah waktu dari jam 08.00 sampai jam 00.00 WIB melakukan pendaftaran, selebihnya pendaftaran sudah tutup.

"Artinya partai politik segera mendaftarkan ke KPU," imbau Zulkarnain.

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved