BangkaPos/

Wanita Seperti Ini yang Dirindukan Surga

Meski sebenarnya, manusia yang paling tinggi derajatnya di hadapan Allah adalah yang paling bagus iman dan taqwanya.

Wanita Seperti Ini yang Dirindukan Surga
net
ilustrasi 

Tidak pernah menyakiti orang lain
Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa wanita yang hanya mampu sholat lima waktu dan bersedekah dengan sepotong keju namun tidak pernah menyakiti hati siapapun itu adalah penghuni surga.

Tidak demikian dengan wanita yang rajin beribadah siang dan malam namun sering menyakiti tetangganya dengan lisan.

Maka wanita yang seperti ini adalah penghuni neraka.

Menyayangi binatang
Binatang jugalah makhluk ciptaan Allah. Wanita yang bisa menyayangi binatang dan tidak berbuat aniaya terhadap binatang, pasti mendapat ganjaran tersendiri dari Allah SWT.

Dan ganjaran tersebut adalah surga. Seperti sebuah kisah tentang seorang wanita yang memberi minum anjing yang sedang kehausan.

Maka wanita tersebut taubatnya diterima oleh Allah.

Amar ma’ruf nahi munkar
Dalam surah at – Taubah (9): 71, Allah menjelaskan bahwa siapa saja yang menjadi penolong bagi orang lain dengan menyuruh mengerjakan hal yang ma’ruf serta mencegah yang munkar, baik laku-laku maupun wanita, mereka akan diberi rahmat oleh Allah.

Dari penjelasan tersebut, wanita yang amar ma’ruf dan nahi munkar adalah calon penghuni surga.

Melahirkan keturunan
Wanita yang melahirkan dan bisa mendidik anak-anaknya hingga menjadi anak-anak yang salih dan salihah akan diberikan kedudukan istimewa di dalam Islam. Begitulah penjelasan Rasulullah SAW.

Bahkan, wanita yang meninggal ketika sedang melahirkan akan dianggap sebagai mati syahid dan mendapat balasan surga.

Berbakti kepada kedua orangtua
Orang tua adalah dua orang yang wajib untuk dihormati. Baik laki-laki maupun wanita wajib berbakti kepada orang tuanya.

Dalam Islam, berbakti kepada orang tua adalah amalah yang fardu kifayah.

Wanita yang berhasil berbuat baik dan berbakti pada orang tua tentulah menjadi wanita penghuni surga yang ridihai oleh Allah.

Penulis: Alza Munzi
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help