BangkaPos/

Delly Ditinggalkan Pengacaranya Andre Macan yang Mundur Saat Sidang Tuntutan

Dengan ini kami menyampaikan surat pengunduran diri sebagai penasehan hukum terdakwa Delly Supardi

Delly Ditinggalkan Pengacaranya Andre Macan yang Mundur Saat Sidang Tuntutan
bangkapos.com/Deddy Marjaya
Andre Macan PH terdakwa Delly Supardi saat mengajukan surat pengunduran diri sebagai PH d PN Pangkalpinnag Senin (2/10/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA -- Entah apa alasannya Andre Macan dan rekan-rekannya malah menyampaikan surat pengunduran diri sebagai penasehat hukum (PH) Delly Supardi, pelaku pembongkaran brangkas BPOM Pangkalpinang.

Ini disampaikan oleh Andre Macan saat dimulainya sidang dengan agenda tuntutan di PN Pangkalpinang, Senin (2/9/2017).

"Dengan ini kami menyampaikan surat pengunduran diri sebagai penasehan hukum terdakwa Delly Supardi," kata Andre Macan saat sidang

Kemudian Andre Macan sempat menyalami para hakim, JPU, terdakwa dan keluarga terdakwa yang hadir sebelum meninggalkan gedung PN Pangkalpinang.
Hakim Ketua Sri Endang kemudian melanjutkan sidang mendengarkan tuntutan JPU Arga Febriyanto jaksa Kejati Babel.

Dalam tuntutannya Arga Febriyanto menuntut Delli Supardi dengan tuntutan 2 tahun penjaran dikurangi selama terdakwan ditahan.

Menanggapi putusan tersebut Delli sempat terdiam namun kemudian dirinya menyatakan akan melakukan pembelaan.

Usai sidang terhadap Delly Supardi kemudian dilanjutkan dengan sidang terdakwa lainnya dalam kasus yang sama yakni Jaya Aspan denga agenda sama yakni pembacaan tuntutan dari JPU.

Jaya Aspan adalah residivis pencurian merupakan otak pelaku pembongkar brankas di kantor BPOM Pangkalpinang.

Jaya Aspan tampak masih menggunakan tongkat dan terpincang-pincang karena saat ditangkap ia dilumpuhkan dengan timah panas oleh polisi dikaki kanannya.
JPU menuntut Jaya Aspan dengan pidana 2 tahun 6 bulan.
Jaya Aspan juga mengajukan pledoi terhadap tuntutan jaksa.

Halaman
12
Penulis: deddy_marjaya
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help