Ini Kata Polisi Soal Komentar Ketua HNSI Bangka

Informasi maraknya tambang ilegal di kawasan Tirus Perimping Riausilip-Belinyu Bangka,sebenarnya sudah berhembus sejak pekan lalu

Ini Kata Polisi Soal Komentar Ketua HNSI Bangka
bangkapos.com/dok
Kabag Ops Kompol S Sophian

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Informasi maraknya tambang ilegal di kawasan Tirus Perimping Riausilip-Belinyu Bangka,sebenarnya sudah berhembus sejak pekan lalu. Dan pada saat itu, pihak kepolisian mengaku langsung menindak-lanjutinya.

"Indo inikan (TI Ilegal Marak) sudah sejak satu minggu yang lalu. Satpolair Polres Bangka minggu lalu sudah turun ke lokasi yang dimaksud dan mengimbau penambang untuk tidak mekukan penambangan," kata Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun diwakili Kabag Ops Kompol S Sophian, menanggapi pernyataan Ketua HNSI Bangka, Ridwan, Senin (2/10/2017), soal keluhan nelayan.

Menurut Sophian, pada Hari Kamis Tanggal 28 September 2017 sekira pukul 11.00 WIB hingga Pukul 15.00 WIB di areal Sungai Lumut Dusun Rambang Desa Tanjung Batu Desa Lumut atau Perbatasan Perairan Dusun Rambang telah dilakukan kegiatan imbauan larangan menambang.

"Yaitu dilakukan oleh Anggota Sat Polair Res Bangka yang dipimpin oleh Kbo Sat Polair Aiptu Sumarjan dan di dampingi oleh Kanit tindak Sat polair Aiptu Januardi, Kaurmintu Sat Polair Aiptu Aris Wahyudi dan satu orang anggota Brigadir Iskandar kepada para penambang di daerah tersebut agar menghentikan penambangan timah karena mengganggu aktifitas para nelayan di daerah tersebut," katanya.

Apabila aktifitas tersebut tidak dihentikan maka akan dilakukan penindakan terhadap para penambang. Peringatan polisi saat itu, dilakukan agar aktifitas terlarang dihentikan. "Adapun jumlah massa penambang yang diberi arahan dan imbauan kurang lebih sebanyak 25 orang. Kegiatan imbauan tersebut (pekan lalu) berjalan aman dan lancar," kata Sophian.

Sebelumnya disebutkan, aktifitas penambangan timah ilegal di kawasan Tirus Perimping Riausilip Belinyu Bangka, marak lagi. Tak hanya itu,ada indikasi kepemilikan senjata api (senpi) rakitan pekerja tambang, yang juga membuat nelayan resah.

Hal ini disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka, Ridwan, Senin (2/10/2017), usai menerima aspirasi perwakilan nelayan Tirus Perimping Kecamatan Riausilip-Belinyu Bangka. Jika informasi nelayan benar adanya, maka Kantibmas wilayah setempat menurut Ridwan, dikawatirkan, menjadi rawan.

Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved