Ratusan Dus Kosmetik Kylie, Devis dan Slim Herbal Diamankan di Pelabuhan Tanjung Gudang

Sebanyak 297 dus berbagai jenis kosmetik tanpa merek dagang dan dan 55 ember cream, diamankan

Ratusan Dus Kosmetik Kylie, Devis dan Slim Herbal Diamankan di Pelabuhan Tanjung Gudang
bangka
Sekitar 300 dus berbagai jenis kosmetik tanpa merek dagang, diamankan oleh TNI AL Posmat Belinyu dan Personil Pangkalan Sandar Kapal Patroli Ditpolairud Pos Belinyu di Dermaga Tanjung Gudang Belinyu, Minggu (1/10/2017). 

BANGKAPOS.COM, BELINYU - Sebanyak 297 dus berbagai jenis kosmetik tanpa merek dagang dan dan 55 ember cream, diamankan oleh Personil Pangkalan Sandar Kapal Patroli Ditpolairud Pos Belinyu dan TNI AL Pos Pengamat (Posmat) Belinyu Minggu (1/10/2017).

Diketahui ratusan dus kosmetik dan cream tersebut, milik seorang penumpang Kapal Penumpang Tol Laut KM Sabuk Nusantara dari Tanjungpinang Kepulauan Riau, bernama Nurjanah (60) warga Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Barang bukti yang diamankan rinciannya 297 kotak dus (tablet body slim herbal, pensil alis merek Dafis kosmetik, eye shadow merek Kylie, bedak merek Naked 5 dan cream putih) serta 55 ember cream.

Keberadaan kosmetik tanpa merek dagang itu, ditemukan saat Personil Ditpolairud Pos Belinyu bersama jajaran TNI AL Posmat Belinyu, melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap penumpang dari Tanjung Pinang Kepulauan Riau, di Dermaga Umum Tanjung Gudang Belinyu, Minggu (1/10).

Kasubdit Gakkum Dirpolair Polda Kepulauan Bangka Belitung, AKP Teguh mengatakan ratusan dus kosmetik dan cream tersebut diketahui tanpa merek BPPOM Kesehatan Batam.

"Barang-barang itu diamankan saat proses pengawasan dan pemeriksaan terhadap penumpang dan barang yang turun dari kapal penumpang tol laut tersebut," ujar AKP Teguh kepada harian ini.

Dikatakan AKP Teguh, barang bawaan berupa alat-alat kosmetik itu, rencananya akan dipasarkan di wilayah Pangkalpinang.

"Alat-alat kosmetik tanpa merek dagang ini jumlahnya sebanyak 352 dus, disinyalir barang tersebut ilegal dikarenakan tidak ada izin dari BPPOM Kesehatan Kota Batam Kepulauan Riau," jelas AKP Teguh.

Saat ini, semua barang temuan dan pemiliknya, dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Babel di Pangkalbalam, Pangkalpinang. untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Alat-alat kosmetik itu akan diteliti dan diperiksa, apakah barang tersebut mengandung bahan-bahan yang berbahaya atau tidak, aman dan tidak jika digunakan oleh konsumen masyarakat," tandasnya.

Menurut AKP Teguh, setelah mendapatkan hasil dari BPOM apabila terbukti ada tindak pidana maka kasus ini akan diteruskan ke penyidikan dan penetapan tersangka.

"Kita akan menerapkan Pasal 197 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar ) dan apabila ada perkembangan akan dilapisi dengan undang-undang lain," tegasnya. (yik/bow)

Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved