BangkaPos/

Ali Imron Didatangi Pengurus Kapal Isap di Rumah

Nelayan 8 desa di Kabupaten Bangka Barat mendatangi kantor DPRD Babel untuk menolak beroperasinya kapal isap

Ali Imron Didatangi Pengurus Kapal Isap di Rumah
Bangka Pos / Hendra
Masyarakat di 8 Desa di Kabupaten Bangka Barat, mendatangi kantor DPRD Babel untuk menolak beroperasinya kapal isap. Selasa (3/10/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Nelayan 8 desa di Kabupaten Bangka Barat mendatangi kantor DPRD Babel untuk menolak beroperasinya kapal isap di perairan Desa Rambat dan Sungai Buluh, Selasa (3/10/2017).

Perwakilan 8 desa yang hadir adalah Desa Air Nyatoh, Desa Paradong, Desa Pangek, Desa Simpang Gong, Desa Rambat, Desa Sungai Buluh, Desa Pebuar dan Desa Air Limau.

Kepala Desa Rambat, Ali Imron kepada bangkapos.com mengatakan dia sempat didatangi oleh orang yang mengaku utusan pihak perusahaan yang melakukan penambangan.

“Karena urusan kantor saya minta datang ke kantor, saya tidak mau menerimanya dirumah,” ujar Ali Imron.

Dia pun mengakui adanya sosialisasi. Tapi masyarakat menolak sosialisasi tersebut dan tetap ingin kapal isap tak beroperasi didaerah mereka meskipun ada iming-iming kompensasi.

“Waktu itu ada juga mau bicara kompensasi buat masyarakat. Tapi, karena datang kerumah saya tidak lanjutkan lagi,” kata Ali Imron.

Pihak perusahaan yakni PT JMP disebut mengantongi surat Kadin ESDM Provinsi Babel No. 540/1331.a/ESDM tertanggal 31 Agustus 2017 perihal uji coba kapal isap tambang (KIP).

Dari hasil survey pun pihak perusahaan menyebutkan dalam surat tersebut jarak dari laut desa Air Nyatoh ke wilayah IUP OP PT. JMP sejauh 10.100 meter (6,27 mil--red).

Penulis: Hendra
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help