BangkaPos/

Breaking News

Diintai 3 Bulan, Pengedar Sabu di Bangka Tengah Ini Selipkan Senpi Tiap Transaksi

Polisi yang mengintai melihat tersangka membawa senjata api rakitan jenis kecepek. Diduga di bemban sering transaksi, ada sindikat lain

Diintai 3 Bulan, Pengedar Sabu di Bangka Tengah Ini Selipkan Senpi Tiap Transaksi
bangkapos/evan
Satres Narkoba bersama Kabag Ops Polres Bateng menggelar press releas penangkapan pelaku penyalahgunaan narkoba, Selasa (3/10/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Evan Saputra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pengedar sabu bernama Jeki yang kerap kali membawa Senpi selama transaksi, ternyata sudah diintai tiga bulan lamanya oleh pihak kepolisian. Demikian pernyataan Kasat Narkoba Polres Bateng AKP Raden Hasir.

Baca: Duel Lawan Pengedar Sabu, Anggota Satres Narkoba Cedera Tangan

Baca: Satres Narkoba Bateng Ringkus Pengedar Sabu

Sambung Raden, pihak kepolisian yang mengintai melihat tersangka membawa senjata api rakitan jenis kecepek. Senjata itu digunakan pelaku untuk mengancam jika tidak membayar sabu yang dijual.

"Saat kita intai selama tiga bulan itu pelaku membawa senjata kecepek, saat tertangkap pelaku tidak mengkaui, pelaku nampak sangar dan bilang siapa duluan yang tertembak jika ditangkap, kita tunggu tiga bulan, dan saat penangkapan tidak ada senpinya, sepertinya sudah pindah tangan. Kita terus kembangkan, ini sangat bahaya sekali, diduga di bemban sering transaksi, ada sindikat lain," papar Raden, Selasa (3/10).

Raden mengatakan, pelaku merupakan pemain lama yang baru tertangkap belum lama ini. Menurutnya Satres Narkoba terus melakukan pengejaran untuk memburu pelaku lain.

"Diduga ada jaringan, masih dalam pengejaran, sindikat ini selain mengedarkan sabu mempunyai senjata rakitan, karena itu kita melakukan tindakan paksa gabungan bersama shabara, untuk barangnnya dari pulau seberang, masuk lewat selatan, dari selapan, selama saya disini akan terus berantas penyalahgunaan narkoba jenis apapun," tegasnya.

Penulis: Evan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help