BangkaPos/

Bupati Yuslih Akan Kirim Surat ke Gubernur Babel Soal Kapal Isap

Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza mengatakan, ia akan kembali bersurat kepada Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan

Bupati Yuslih Akan Kirim Surat ke Gubernur Babel Soal Kapal Isap
bangkapos.com/dok
Bupati Beltim Yuslih Ihza 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza mengatakan, ia akan kembali bersurat kepada Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan. Ini diketahui adalah surat yang keesekian kalinya yang dilayangkan ke Gubernur Babel.

Surat itu akan mengalaskan bahwa satu dari puluhan kewajiban yang mengikat pada IUP OP PT Kampit Tin Utama adalah IUP bisa dicabut seandainya terjadi keresahan masyarakat. Yuslih menyatakan sudah memerintahkan Plt. Sekda Beltim Ikhwan Fakhrozi untuk segera membuat dan mengirimkan surat tersebut.

"Itulah cuma yang bisa saya lakukan. Kalau ada cara lain, tolong sampaikan ke saya. Kalau aturan mau pakai parang, itu urusan masing-masinglah. Yang bisa saya lakukan itulah. Ini merujuk pada hasil pertemuan di DPRD hari ini," ujar Yuslih usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Beltim dan para nelayan Kelapa Kampit.

Catatan Pos Belitung, sebelumnya Yuslih juga pernah bersurat ke Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan terkait polemik kapal isap di laut Pering. Adapun surat lainnya yang juga disebut pernah dilayangkan ke Pemprov Babel adalah surat terkait hasil RDP DPRD Beltim yang meminta Gubernur Babel mencabut semua IUP tambang laut di Beltim agar tak selalu menimbulkan polemik.

"(Soal surat) Belum ada respon dari Pemprov Babel. Setelah ini, saya sarankan kalau hearing lagi, itu di Provinsi. Datangi DPRD Provinsi, undang gubernur. Di sini cuma sebatas-sebatas ini saja. Minta dengan Pak Didit, saya bisa kontak beliau. Atau suruh cek langsung," beber Yuslih.

Yuslih Ihza menghadiri RDP persoalan keberadaan kapal isap di perairan laut Pering, Kabupaten Beltim, Selasa sore tadi. RDP ini diketahui menindaklanjuti kedatangan nelayan Kelapa Kampit yang mengadukan keresahan mereka tentang keberadaan kapal isap di laut Pering ke DPRD Beltim, Senin (2/10) lalu.

Pantauan Pos Belitung, ruangan rapat tampak lebih penuh peserta ketimbang rapat biasanya. DPRD Beltim menyediakan satu tv layar datar ukuran relatif besar di luar ruangan bagi mereka yang ingin melihat jalannya rapat. Tampak hadir perwakilan apra nelayan, pihak KUPP Kelas I Manggar, para kepala OPD, pimpinan DPRD Beltim dan para anggota DPRD Beltim.

Dimulai pukul 14.30 WIB, RDP baru kelar sekitar pukul 17.00 WIB. Pada pertemuan itu, Yuslih kembali menegaskan bahwa ia selalu konsisten menolak operasionalisasi kapal isap di perairan Belitung.

Sikap serupa dinyatakan telah ia tunjukan sejak masih menjabat sebagai anggota DPRD Babel. Sejumlah langkah, seperti bersurat ke berbagai pihak termasuk Guberuner Babel Erzaldi Rosman Djohan, mendatangi kapal isap, hingga berkonsultasi mengenai upaya hukum dengan adiknya, Yusril Ihza Mahendra, juga telah dilakukan. (*)

Selengkapnya di Pos Beitung versi cetak edisi Rabu (4/10/2017).

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help