BangkaPos/

Fakta Tentang Siswi di Bangka Barat Kedapatan Hamil, Awalnya Dua yang Dicurigai

Pihak guru di sekolah tersebut secara mendadak memanggil setiap siswi, untuk masuk ke toilet untuk diambil sampel urinenya.

Fakta Tentang Siswi di Bangka Barat Kedapatan Hamil, Awalnya Dua yang Dicurigai
Tribunnews.com
tes kehamilan 

"Lembaga sekolah ini mendidik anak-anak yang berpendidikan, berkarakter, kalau pemeriksaan kehamilan di sekolah ini kurang tepat, kecuali sangat mendesak dan itupun bukan berarti diratakan seluruh anak diperiksa, hanya anak-anak yang terindikasi dan memang sangat-sangat dibutuhkan," kata Soleh, Senin (2/10).

Dirinya tak menampik, paska kejadian siswa yang melahirkan di toilet soleh benar-benar mencoreng dunia pendidikan. "Sangat malu kita, tidak hanya mencoreng pendidikan di Babel, tapi juga secara nasional, jangan sampai ini terulang lagi," katanya.

Menurutnya, sekolah sah-sah saja memberikan sanksi bagi siswi yang diketahui hamil. Menurutnya, siswi yang hamil memang tidak melanjutkan pendidikannya di sekolah formal lantaran bertentangan dengan aturan.

"Sekolah memberikan sanksi itu wajar, karena kan sekolah punya tata tertib yang telah disetujui sekolah, siswa, dan orangtua. Panggil orangtuanya, pendidikannya jangan putus tapi dialihkan ke paket kesetaraan, karena memang yang berkeluarga tidak boleh di sekolah formal, makanya disiapkan tempat untuk pendidikan kesetaraan," katanya.

Ia juga mengingatkan agar pihak sekolah memberikan pendidikan seks bagi para pelajar, terutama pelajaran yang berkaitan langsung hal ini sebagai bentuk antisipasi terjadinya pergaulan bebas.

"Pendidikan seks itu sudah enggak tabu lagi di era ini, enggak ada salahnya guru mengedukasi siswa misalnya pelajaran IPA itu dijelaskan dampak dari pergaulan bebas, dampak secara sosial, hukum, dan agama sehingga membuat siswa mengerti dan tidak melakukan ini," katanya.

Menurutnya, pendidikan merupakan tanggungjawab bersama, dirinya juga mengingatkan peran orang tua untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, keimanan, dan karakter.

"Pembentukan karakter ini diawali di rumah, orangtua jangan lepas tanggungjawab, perhatikan dan peduli pada anak, apalagi kegiatan-kegiatannya jangan sampai sudah jadi korban baru menyesal," pesannya. (o2)

Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help