BangkaPos/

Nelayan Kampit Kecewa dengan Hasil RDP Kapal Isap di DPRD Beltim

RDP itu membahas keresahan nelayan mengenai keberadaan kapal isap di laut Pering, Kecamatan Kelapa Kampit selama ini.

Nelayan Kampit Kecewa dengan Hasil RDP Kapal Isap di DPRD Beltim
bangkapos.com/dok
Nelayan di pangkalan Laut Pering 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Nelayan asal Kecamatan Kelapa Kampit dan sekitarnya mengaku kecewa usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemkab dan DPRD Beltim di ruang rapat DPRD Beltim, Selasa (3/10/2017) sore.

RDP itu membahas keresahan nelayan mengenai keberadaan kapal isap di laut Pering, Kecamatan Kelapa Kampit selama ini.

Nelayan mengaku kecewa dan menganggap pemerintah dan DPRD Beltim belum bisa memutuskan hal-hal yang dinilai berpihak kepada nelayan terkait polemik kapal isap berkepanjangan ini.

"Kami sangat tidak puas sekali, kami sangat kecewa. Karena sampai saat ini pemerintah daerah tidak bisa memutuskan. Kami tunggu jawaban mereka, kalau tidak, akan kami datangi kapal isap itu. Akan kami undang semua nelayan di Belitung ini. Nelayan bersatu," ujar perwakilan nelayan, Junaidi (54) di halaman Gedung DPRD Beltim usai rapat.

Pantauan Pos Belitung pada rapat tersebut, Pemkab Beltim tak bisa menuruti keinginan nelayan agar kapal tersebut segera hengkang dari laut Pering. Alasannya adalah saat ini kewenangan terkait pertambangan adalah kewenangan Gubernur Bangka Belitung atau Pemprov Babel.

Rapat yang berlangsung lebih dari dua jam itu dihadiri oleh Bupati Beltim Yuslih Ihza, pimpinan DPRD Beltim, Polres Beltim, anggota DPRD Beltim dari berbagai komisi, dan rombongan warga nelayan.

"Kami kecewa, tiap kali kami datang (mengadu), jawabannya begitu-begitu saja, sementara kapal isap tetap jalan. Itu-itu saja, kewenangan gubernur-kewenangan gubernur. Sekalipun itu kewenangan gubernur, ya tekan gubernur untuk dipindahkan dan dicabut. Beri desakan bahwa masyarakat nelayan ini sudah (susah) seperti ini," ujar Junaidi.

Catatan Pos Belitung, polemik keberadaan kapal isap di laut Pering terus berkepanjangan. Keberadaan kapal ini di laut Pering bahkan telah membuat polemik sejak satu tahun belakangan.

Sempat ada aksi ribuan warga sampai Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem)dan Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza ikut turun bersama warga mendatangi kapal isap tersebut.

Yuslih Ihza juga pernah membuat surat yang meminta agar kapal 'lari' dari laut Pering. Kapal memang hengkang dari laut Pering, tapi hanya berpindah ke perairan Manggar sementara dengan alasan berteduh.

Belakangan, kapal dikabarkan kembali lagi ke laut Pering dan kembali diributkan oleh nelayan. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help