BangkaPos/

Penertiban dan Relokasi Pasar Kerabut Berjalan Lancar

Tolong pak yah, bantu bongkar dan pelan-pelan, karena sengnya sama kayu baru saja dipasang

Penertiban dan Relokasi Pasar Kerabut Berjalan Lancar
bangkapos.com/Zulkodri
Tim Gabungan terdiri dari satpol PP, TNI dan Polri serta sejumlah pegawai dari OPD Pangkalpinang dan Provinsi ketika menertibkan kawasan di Pasar Kerabut Kota Pangkalpinang, Selasa (03/10/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tolong pak yah, bantu bongkar dan pelan-pelan, karena sengnya sama kayu baru saja dipasang, sebut salah satu istri dari pedagang bakso yang berjualan di pasar kerabut.

Permintaan ini, langsung ditanggapi positif oleh tim gabungan penertiban pasar kerabut yang berjanji membantu membongkar dan pelan-pelan sehingga tidak merusak peralatan mereka.

Dialog ini terjadi saat tim gabungan melakukan penertiban dan relokasi pasar kerabut ke lokasi baru di belakang SMPN7 Pangkalpinang, Selasa (03/10/2017).

Pantauan bangkapos.com dari puluhan lapak terdapat di Pasar Kerabut yang persis berada di tepi jalan tersebut, sebagian sudah terlihat kosong di tinggalkan pedagangnya.

Manan (45) salah satu pedagang ayam potong yang sudah berjualan selama tujuh tahun di lokasi tersebut, mengaku kegiatan penertiban ini, sudah dua kali dilaksanakan, dan ini yang ketiga.

Diakuinya dirinya selaku pedagang pihaknya tidak keberatan dengan penertiban tersebut, namun disisi lain pemerintah juga harus berkomitmen, jangan sampai ada pedagang lagi kembali ke lokasi lama.

" Kami tidak keberatan dipindahkan. Kami juga sudah survey ke lokasi baru, dan memang terlihat cukup bagus. Hanya saja kami harap dapat lapak yang bagus, kalau bisa pemerintah juga bantu membuat lapaknya. Kami juga minta pemerintah komitmen. Kalau semua pedagang dipindahkan jangan tebang pilih. Jangan sampai masih ada pedagang yang berjualan di lokasi lama. Kalau masih ada, maka kami akan kembali pindah juga, sebab pasti di lokasi baru tidak ada pembeli yang berkunjung," ucap Manan.

Tidak jauh berbeda dikatakan pedagang lainnya, Marbun (67) yang meminta pemerintah jangan hanya berjanji uang sewa gratis saat pembongkaran namun saat sudah satu dua hari pindah, sudah dipungut uang sewa.

" Kami minta ketegasan dalam masalah uang sewa, apa benar gratis. Jangan sampai baru beberapa hari berjualan di tempat baru sudah diminta uang sewanya. Makanya kami minta ketegasan disini," ucapnya.

Kadis Pol PP Kota Pangkalpinang, Rasdian Setiady saat ditemui disela-sela penertiban mengaku senang pihaknya tidak perlu melakukan tindakan tegas lantaran para pedagang mengerti saat diberikan mediasi dan sosialisasi.

" Alhamdulilah semuanya lancar, memang saat awal-awal kita mendapat penolakan, namun setelah mediasi, semuanya setuju di relokasi. Kita ketahui lokasi lama peruntukannya bukan untuk tempat jual beli, maknya kita cari lahan baru biar lebih tertata, lokasinya juga tidak terlalu jauh. Saya juga sudah melakukan komitmen dengan pemilik lahan untuk bisa menampung para pedagang ini ditempat tersebut," ucapnya.

Di tegaskan Rasdian untuk lokasi baru, sama sekali tidak akan dipungut biaya sewa lahannya sebelum para pedagang penuh.

"Kalau para pedagangnya belum banyak, tidak akan dipungut biaya. Pemilik lahan sudah berkomitmen dengan kita silahkan digunakan untuk lahan pasar," ujar Rasdian.

Penulis: zulkodri
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help