BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Periksa Kehamilan, Sekolah Dinilai Langgar HAM

Kalau pihak sekolah sampai melakukan periksa kehamilan itu melanggar HAM, anak-anak harus dilindungi dan dihindarkan

Periksa Kehamilan, Sekolah Dinilai Langgar HAM
Ist

"Terus siapa yang harus disalahkan, setelah kejadian seperti ini semua pihak baru heboh semua menyalahkan anak yang melahirkan. Allah telah memperlihatkan pada kita semua, langkah apa harus kita ambil," ungkap Dewi.

Dia menyarankan, para pemerhati perempuan dan anak harus duduk bersama dengan pemangku jabatan/stake holder membahas masalah bersama-sama.

Namun terkadang yang di undang cuma diwakilkan bukan orang bisa mengambil keputusan jadinya tidak bisa nyambung.

"Coba miriskan dia hamil sendirian melahirkan sendirian terus masih di buli oleh semua orang. Coba kalau semua orang peduli pasti tidak akan terjadi hal seperti ini," kata Dewi prihatin.

Dia berharap laki-laki yang menghamili siswi tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian karena telah menghamili anak di bawah umur.

Dewi juga menyayangkan sikap sekolah mengeluarkan siswi yang hamil. Kebijakan tersebut dinilainya tidak mendidik karena siswi yang hamil jadi putus sekolah.

"Tidak boleh seperti itu, dia hamil karena apa? Pacarankah atau yg lain, seharusnya kerja sama dengan diknas dan musyawarah anak itu bisa cuti sampai melahirkan dan atau pindah sekolah, kalau anak tersebut masih mau sekolah, sekolah harus masih terima tapi pindah dan lelaki yang menghamilinya harus di hukum," tegas Dewi.

Disisi lain ia juga menyayangkan, Pemkab Bangka sudah memberikan rumah perlindungan untuk melindungi perempuan dan anak korban kekerasan tetapi tidak berfungsi.(*) 

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help