BangkaPos/

Polairud Tetapkan Kurir Kosmetik ilegal Jadi Tersangka

Nurjanah (60), warga Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau ditetapkan sebagai tersangka

Polairud Tetapkan Kurir Kosmetik ilegal Jadi Tersangka
bangkapos.com/Deddy Marjaya
Kabid Humas Polda Kepuluan Bangka Belitung AKBP Abdul Mun'im. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA -- Nurjanah (60), warga Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau ditetapkan sebagai tersangka oleh Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas AKBP Abdul Munim Selasa (3/10/2017).
Nurjanah kedapatan membawa sejumlah kosmetik diduga ilegal sebanyak 297 dus yang diamankan di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu.

"Untuk kasus kosmetik yang diduga ilegal yang diamankan penyidik Subdit Gakkuk Dit Polair menetapkan Nurjanah sebagai tersangka," kata AKBP Abdul Mun'im

Jajaran Dit Polair Polda Kepulauan Bangka Belitung pada hari Minggu (1/10/2017) mendatangi Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu Kabupaten Bangka setelah mendapatkan informasi adanya pengiriman kosmetik diduga ilegal asal luar negeri.

Selanjutnya Kapal Patroli Dit Polair KP 2002 melakukan pengecekan Kapal Sabuk Nusantara 62 yang akan sandar di Pelabuhan Tanjung Gudang.

Saat dicek didapati didalam kapal sebanyak 297 dus berbagai macam jenis kosmetik.
Seperti tabled body slim herbal, pensil alis, eyeshadow, bedak serta 55 ember berisi cream pemutih.

Selanjutnya anggota Dit Polairud mengamankan Nurjanah (60) yang berperan sebagai kurir mengantarkan barang ke Pulau Bangka.

Sementara pemiliknya masih dalam pengejaran polisi.

Tersangka dijerat dengan pasal 197 jo pasal 196 UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan jo pasal 55, 56, 480 KHUP dengan ancaman 15 tahun penjaran.

"Tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mako Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung," kata AKBP Abdul Mun'im.

Ditambahkan AKBP Abdul Mun'im dikhawatirkan jika kosmetik ilegal ini beredar bisa mengancam kesehatan bahkan jiwa penggunanya.
Sebab tidak dilengkapi izin dari pihak berwenang.

"Sudah banyak kejadian warga mengalami gangguan kesehatan akibat penggunaan kosmetik ilegal ini bentuk antisipasi kita," kata AKBP Abdul Mun'im.

Penulis: deddy_marjaya
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help