BangkaPos/

Bakti Kepada Orangtua, Profesor Hui Ming Mengajar dan Membawa Ibunya ke Kelas

Seorang profesor di Cina yang membawa ibunya, penderita Alzheimer berusia 85 tahun, mengajar.

Bakti Kepada Orangtua, Profesor Hui Ming Mengajar dan Membawa Ibunya ke Kelas
WEIBO
Ibu Profesor Hu Ming, penderita Alzheimer yang dibawa mengajar. 

Hu Ming sendiri mengatakan kepada media Cina bahwa ibunya "sangat tertib" selama ia mengajar dan para mahasiswanya menyambut ibunya.

Menjawab pertanyaan wartawan apakah ia akan mencari pengasuh untuk ibunya, Hu Min mengatakan "ia yang akan selalu menjaga ibunya."

Pengguna Weibo lain mengatakan, "Saya datang ke kelas dan ada ibu tua di belakang saya. Pada awalnya saya bingung tapi baru tahu bahwa beliau adalah ibu dosen dan dia dibawa karena ia tidak bisa meninggalkan ibunya. Tindakan terpuji. Saya sangat tersentuh."

Pihak universitas sendiri tidak mendukung dan juga tidak menentang namun menyatakan dapat mengerti tindakan Hu Ming.

"Sepanjang ini tak mengganggu kuliah, pihak universitas akan membantu Hu. Namun dari sisi mahasiswa, tentu kami tak mendukung karena ini adalah kelas yang memiliki sistem sendiri. Namun dari sudut pandang guru, kami tak keberatan karena Hu tak punya pilihan lain," kata seorang dosen seperti dikutip Beijing Youth Daily.

Kriteria utama pada Dinasti Han: Bakti orang tua
Berdasarkan penelitian di jurnal the Lancet pada 2010, Cina memiliki angka cukup tinggi untuk orang lanjut usia dengan Alzheimer.

New Scientist melaporkan pada "2033, diperkirakan warga kelas pekerja akan jauh berkurang jumlahnya oleh warga lanjut usia."

Menghargai orang tua, orang lanjut usia dan nenek moyang dianggap sebagai kunci utama dalam masyarakat dan budaya Cina dan sering menjadi bahan perdebatan di media sosial.

Konsep ini bermula pada tahun 400 SM dan merupakan elemen utama Konfusius, seperti yang digambarkan dalam karya awal filsuf terkenal Cina.

Bakti kepada orang tua merupakan kriteria utama pemilihan pegawai negeri pada zaman Dinasti Han dari tahun 206 SM sampai tahun 220.

Editor: khamelia
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help