BangkaPos/

Dokter akan Ambil Jarum Pentul di Tubuh Anisa Lewat Bronskoskopi dengan Banyak Risiko

Tim dokter akan melakukan pengangkatan jarum pentul mengunakan alat bronskoskopi yang dimasukan melalui mulut

Dokter akan Ambil Jarum Pentul di Tubuh Anisa Lewat Bronskoskopi dengan Banyak Risiko
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Dr Agung Dinasti Permana 

BANGKAPOS.COM--Setelah menjalani berbagai pemeriksaan terhadap Anisa Salim (14), siswa SMP yang tak sengaja menelan jarum pentul, tim dokter RSHS Bandung memutuskan, melakukan tindakan dengan alat Bronkoskopi dan ekstraktor pada Kamis, (5/10/2017).

Ketua Tim dokter, Agung Dinasti Permana mengatakan, tindakan ini merupakan tindakan visualisasi trakea dan bronkus untuk mengambil jarum pada bronkus pasien dengan menggunakan narkose atau bius umum.

"Kami memutuskan untuk pasien Anisa, tim dokter akan melakukan pengangkatan jarum pentul mengunakan alat bronskoskopi yang dimasukan melalui mulut," ujar Agung Dinasti Permana kepada wartawan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Selasa (3/10/2017).

Menurutnya, saat ini kondisi pasien secara umum stabil dan dinyatakan siap untuk melakukan tindakan operasi.

Untuk operasi menggunakan alat Bronskoskopi tersebut lanjut Agung, tingkat keberhasilannya mencapai sekitar 80 persen hingga 90 persen, namun masih memiliki banyak risiko.

Satu Risiko itu, kata Agung, jika jarum pentulnya tidak terangkat akan ada upaya alternatif dengan melakukan bedah thorax.

"Sebagai salah satu syarat operasi harus tersedia ruang ICU untuk pelayanan pasca operaasi, sehingga keselamatan pasien tetap terjaga," katanya.

Ibunda Berharap Lekas Dioperasi

Siti Jahroh (55), ibunda Anisa Salim (14), berharap tindakan operasi pengangkatan jarum pentul yang bersarang di dalam tubuh anaknya bisa segera dilaksanakan.

Itu karena ia ingin anaknya lekas sembuh dan sudah merasa bosan berada di RSHS Bandung.

"Saya berharap tim dokter RSHS bisa segera melakukan tindakan operasi, agar Anisa bisa lekas sembuh biar bisa cepat pulang," ujar Siti Jahroh di RSHS Bandung, Selasa (3/10/2017).

Sebelumnya, Siti Jahroh mendapat kabar dari pihak RSHS bahwa tindakan operasi anaknya akan dilakukan pada hari ini, namun tim dokter yang akan menangani tindakan operasi tersebut masih membutuhkan persiapan yang optimal.

Untuk itu tim dokter RSHS memastikan, bahwa pengangkatan jarum pentul akan dilaksanakan pada Kamis, (5/10/2017).

"Operasi akan dilaksanakan pada hari kamis, semoga aja benar bisa dilaksanakan," ujar Siti Jahroh.

Editor: khamelia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help