BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Satpol PP Bangka Gerebek Pabrik Arak Di Pohin, Lima Jerigen Arak Diamankan

Produksi arak ini banyak laporan masyarakat, karena sudah merambah ke kampung-kampung. Banyak pemuda ngarak

Satpol PP Bangka Gerebek Pabrik Arak Di Pohin, Lima Jerigen Arak Diamankan
Ist
Satpol PP Kabupaten Bangka saat menyita arak milik AP warga Pohin Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Tim Satpol PP Kabupaten Bangka, Rabu (4/10/2017) menggerebek pabrik arak di Pohin Sungailiat milik AP.

Warga keturunan Tionghoa ini baru saja membeli dandang besar untuk penyulingan arak dengan memproduksi dalam skala besar.

Namun dandang tersebut belum digunakan dimana Tim Satpol PP langsung melakukan penyetopan produksi arak milik AP.

Diakui Kasat Pol PP Kabupaten Bangka Dalyan Amrie melalui Kabid Penegakan Perundang Undangan Daerah, Achmad Suherman, pengerebekan pabrik arak ini karena sudah banyak laporan dari warga.

"Produksi arak ini banyak laporan masyarakat, karena sudah merambah ke kampung-kampung. Banyak pemuda ngarak ini dikarenakan mudah didapat dan dijual murah. Bahkan sudah merambah ke anak-anak tanggung, minum arak dicampur minuman energi anak-anak. Hal ini sangat mengganggu ketertiban umum karena memicu tindakan kriminalitas, perkslahian antar pemuda," ungkap Suherman kepada bangkapos.com.

Saat pengerebekan pihaknya mengamankan lima jerigen arak yang diamankan di Kantor Satpol PP Kabupaten Bangka.

"Kami akan menyetop kegiatan tersebut. Kami mengimbau kepada masyarakat, agar tidak menjual arak secara bebas, apalagi pabrik besar dan beromzet besar. Kita tahu arak tradisional memang diperlukan untuk proses sembayang agama tertentu, tapi pembuatannya nggak sebanyak itu dan dijual menjadi konsumsi masyarakat umum apalagi anak-anak," sesal Suherman.

Oleh karena itu Satpol PP Kabupaten Bangka akan menindak tegas melakukan penyetopan produksi arak dimana arak ini dijual bebas 1 kuncit sebesar Rp 10.000.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help