BangkaPos/

Sniper Ini Bunuh Lebih Banyak ‘Korban’ Dibanding Penembakan Massal di Las Vegas

Penembakan massal di Amerika Serikat sebenarnya bukan merupakan hal baru dan mengejutkan karena sudah sering terjadi.

Sniper Ini Bunuh Lebih Banyak ‘Korban’ Dibanding Penembakan Massal di Las Vegas
Pinterest
Adelberth F Waldron 

BANGKAPOS.COM - Las Vegas, AS diguncang oleh aksi serangan penembak jitu (sniper) yang mengakibatkan puluhan orang meninggal dan ratusan orang terluka, Minggu (2/10/2017) malam.

Tragedi berdarah ini sebenarnya bukan merupakan hal baru dan mengejutkan karena sudah sering terjadi meskipun jumlahnya korbannya terbilang lebih sedikit.

Tapi orang bersenjata di AS yang nekat menembaki kerumunan orang yang jelas merupakan seorang penembak yang handal mengingat jumlah korbannya lebih dari 50 orang, belum termasuk puluhan orang lainnya yang terluka.

Baca: Terkuak, Pelaku Penembakan Massal di Las Vegas Sempat Ngamar Bareng Wanita Keturunan Indonesia

Untuk menemukan orang yang memiliki kemampaun menembak handal seperti sniper di seantero AS memang tidak sulit mengingat hampir semua warganya bisa memiliki senjata api dan juga memiliki tradisi berburu.

Maka warga AS yang memiliki kemampuan menembak jitu akan menjadi manusia yang makin mematikan ketika bergabung dengan militer dan dikirim ke medan perang.

Para sniper jagoan militer AS pun menjadi terkenal berkat prestasi tempurnya karena sukses membunuh orang-orang penting, terutama prajurit musuh berpangkat jenderal seperti yang pernah dilakukan oleh anggota US Army, Carlos Hathcock.

Selain memiliki sniper legendaris seperti Carlos Hathcock yang pernah menembak mati 93 pasukan lawan, militer AS, khususnya US Army, juga memiliki sniper handal yang terbukti kehebatannya di medan tempur Vietnam, yakni Adelbert F Waldron.

Kemampuan Waldron bahkan lebih hebat dibandingkan Hathcock. Pasalnya dalam tugas tempur sebagai seorang sniper, Waldron behasil menembak mati sebanyak 109 personel pasukan musuh.

Sebelum bergabung dengan 9th Infantry Division, Waldron terlebih dahulu bertugas di US Navy selama 12 tahun (1953-1965).

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help