Waspada Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, BPOM Jalin Sinergi

Kondisi lokasi Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan memang perlu diwaspadai.

Waspada Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, BPOM Jalin Sinergi
bangkapos/dhina
Penandatanganan kesepakatan aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dhina

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Belajar dari kejadian penyalahgunaan obat paracetamol, cafein, carisprodol (PCC) di Kendari Sulawesi Tenggara, pemerintah pusat melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (4/10) mensosialisasikan instruksi Presiden nomor 3 tahun 2017 mengenai pencanangan aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat.

Secara nasional pencanangan aksi pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat telah dilakukan kemarin oleh Presiden RI. Dilanjutkan hari ini serentak di 34 provinsi di Indonesia.

Tak tanggung, BPOM pun menggandeng sepuluh institusi dari kementrian dan pemerintah daerah guna bersinergi dalam pencegahan dan pengawasan obat. Beberapa institusi pemerintahan ini terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, Bea Cukai, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala BPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rossy Hertati mengatakan peredaran obat ilegal di Babel masih marak. Ini diperkuat dengan penemuan pihak kepolisian yang berkoordinasi dengan BNN dan BPOM Babel bahwa akhir September lalu ditemukan lima pack berisi 6.000 butir tramadol di Belitung

"Tramadol adalah obat pengilang rasa sakit. Obat ini legal bukan termasuk ilegal seperti PPC. Namun 6.000 tramadol yang ditemukan itu tidak memiliki izin alias bukan diproduksi dari industri farmasi resmi," jelas Rossy Hertati kepada Bangka Pos.

Pengungkapan jenis obat tramadol ilegal ini akhirnya terungkap dari jasa pengiriman barang yang menaruh curiga kemudian melaporkannya pada pihak berwajib.

Dikatakan Rossy, kondisi lokasi Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan memang perlu diwaspadai. Karena kemungkinan besar obat ilegal masuk melalui pelabuhan-pelabuhan tikus.

"Kalau dari pemetaan BPOM kasus penyalahgunaan obat ini menyebar ada di daerah mana saja. Namun sampai saat ini Babel belum masuk dalam 10 provinsi warning extra,"u jar Rossy yang enggan membeberkan jumlah pasti penyalahgunaan obat di Bangka Belitung.

Berikut Videonya:

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved