BangkaPos/

Inilah 8 Fakta Blusukan Soeharto, No 5 Penyamaran Paling Fenomenal, Bikin Pejabat Kalang Kabut

Soeharto mencontohkan dulu bisa mencuci kerbau sampai bersih kini sudah tak bisa. Ia menunjukkan teluk tersebut dan mengatakan kalau teluk ...

Inilah 8 Fakta Blusukan Soeharto, No 5 Penyamaran Paling Fenomenal, Bikin Pejabat Kalang Kabut
SCREENSHOOT YOUTUBE/LAGI RAME/KOLASE TRIBUNWOW.COM
Momen-momen Soeharto blusukan di awal kepemimpinannya. Ia bahkan pernah melakukan penyamaran fenomenal. Simak berita selengkapnya. 

Soeharto sadar petani dan swasembada pangan menjadi kunci untuk perbaiki perekonomian Indonesia.

Tien dan Soeharto.
Tien dan Soeharto. (Tribunnews.com)

Dari berkeliling Soeharto tahu apa yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi pangan.

Ini cikal bakal Repelita atau Rencana Pembangunan Lima Tahun.

Baca: Naas, Beginilah Nasib Ular Piton Raksasa yang Menggigit Robert Nababan, Warga Geram, Selanjutnya

Tahun 1969 hingga 1974 pembangunan fokus pada pertanian dan industri yang mendukungnya.

Slogan Soeharto sederhana, cukup pangan, cukup papan, cukup sandang, cukup lapangan pekerjaan dan pendidikan.

5. Penyamaran fenomenal bikin pejabat daerah kalang kabut

Soeharto sering keliling daerah terpencil untuk melihat hasil pembangunan.

Tak jarang aksi ini bikin para pejabat seperti menteri ataupun pejabat daerah tak berkutik kalau hanya sekedar menceritakan hasil yang manis.

Baca: Usai Menikah, Pria Ini Bingung Istrinya Mengurung Diri di Kamar, Ternyata Lakukan Hal Ini Sendiri

Lantaran Soeharto langsung ke bawah untuk membuktikannya.

Saat berkeliling Soeharto hanya ditemani ajudan atau satu dua pengawal dan dokter pribadi kata Tri Sutrisno masih dari buku tadi.

"Pak Harto selalu melakukan Incognito, Pak Harto selalu berpesan tidak boleh ada satupun yang tahu kalau Pak Harto mau melakukan incogniti," kata Tri.

Apa yang dilakukan Soeharto bikin pejabat daerah kalang kabut karena benar-benar tak tahu.

Baca: Astaga, Mertua yang Berbuat tak Senonoh, Polisi Malah Penjarakan Wanita Ini, Isi SMS-nya Mengejutkan

Wajah pucat dan bikin keringat dingin mengucur deras karena Soeharto membuktikan sendiri hasil pembangunan atau kemungkinan-kemungkinan bila terjadi penyimpangan.

6. Tidur di rumah penduduk

Dalam blusukannya Soeharto tak pernah tidur di hotel.

Ia memilih tidur di rumah penduduk atau tidur di rumah kepala desa.

Baca: Beginilah Suara Pidato Soeharto di Lubang Buaya 52 Tahun Lalu, Bikin Merinding

Soeharto lalu berbincang tanpa perantara dan mencatat.

Daerah mana yang berhasil dan daerah mana yang perlu ditingkatkan.

7. Limbah kotor Teluk Jakarta

Presiden Soeharto pernah mengajak Emil Salim dan menunjukkan Teluk Jakarta.

Ia memperlihatkan bagaimana limbah mengotori teluk Jakarta bahkan daerah lain.

Baca: Warganet Bingung Cari Tangan Kanan Remaja di Foto Ini, Ternyata Tengah Mesra di Commuter Line

Soeharto.
Soeharto. (Intisari)

Soeharto mencontohkan dulu bisa mencuci kerbau sampai bersih kini sudah tak bisa.

Ia menunjukkan teluk tersebut dan mengatakan kalau teluk tersebut sudah dibangun 10 tahun lalu, bisa dibayangkan 20 tahun nanti bagaimana kondisinya.

Baca: Astaga, Setelah Operasi Bagian Dada, Keponakan Ashanty Kini Panjangkan Bagian Ininya

Soeharto lalu bertanya pada Emil apakah ia bisa membantunya memperbaiki kondisi tersebut.

Ternyata itu permintaan Soeharto pada Emil agar bersedia menjadi Menetri Lingkungan Hidup.

8. Mencatat di punggung ajudan dan pantang menyerah

Soeharto yang gemar blusukan untuk pastikan pembangunan apakah berjalan sesaui rencana atau tidak membuatnya harus melakukan pencatatan secara detail.

Baca: Terjadi di Cina, Batu Ini Keluar Bersamaan dengan Sang Bayi yang Lahir Operasi

Ia bahkan mencatat segala informasi dengan menggunakan punggung ajudannya bila tak ada meja yang bisa digunakan.

Soeharto di awal kekuasaan rajin melakukan blusukan, hal ini seperti yang dicatat pada 'Otobiografi Seoharto, Pikiran, Ucapan dan Tindakan.'

Baca: Nekat dan Totalitas Banget, Begini Rupanya Cara Nyontek Anak Zaman Sekarang

Soeharto dan Ibu Tien
Soeharto dan Ibu Tien (Intisari.online.com)

"Tentu saja saya pun kadang-kadang merasa capek, karena hilir mudik dari sana ke mari lewat daratan, terbang dari satu tempat ke tempat lainnya untuk memulai dengan pembangunan yang baru dan mengontrol pembangunan yang sedang berjalan, dan lelah pula karena memeras otak."

Baca: Wanita Ini Selalu Diblokir Saat Gunakan Instagram Ternyata Gara-gara Bikin Para Cowok Melotot

"Tetapi saya tidak boleh mengeluh, apalagi menyerah. Pembangunan adalah perjuangan yang sengit," kata Soeharto melalui buku tersebut. (TribunWow.com/Rimawan Prasetiyo)

Editor: asmadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help