BangkaPos/

Kisah Dua Sniper Legendaris Amerika Serikat, Seorang Diri Sukses Bunuh 109 Tentara

Para sniper jagoan militer AS pun menjadi terkenal berkat prestasi tempurnya karena sukses membunuh orang-orang

Kisah Dua Sniper Legendaris Amerika Serikat, Seorang Diri Sukses Bunuh 109 Tentara
AP
Ilustrasi Sniper 

Sebelum bergabung dengan 9th Infantry Division, Waldron terlebih dahulu bertugas di US Navy selama 12 tahun (1953-1965).

Ketika bergabung ke US Army dengan pangkat sersan pada tahun 1968, Waldron langsung dikirim ke Vietnam dan ditempatkan di Company B, 3rd Battalion, 60 th Infantry Regiment, 9th Infantry Division.

Salah satu alasan Waldron bergabung ke US Army adalah kemahirannya menembak jitu.

Berkat kemampuanya itu, oleh komandan divisinya, Letjen Julian J Ewell, Waldron dipercaya untuk melatih para calon sniper yang berlatih di 9th Infantry Sniper School.

Sebelum diterjunkan ke Vietnam, personel pasukan 9th Infantry Division telah dilatih secara khusus untuk terjun ke palagan Vietnam khususnya di Delta Mekong.

Tugas utama pasukan yang baru diaktifkan sejak PD II itu adalah mencegah penyusupan pasukan Vietnam Utara lewat aliran sungai.

Untuk mendukung operasional 9th Infantry yang bergerak di sungai Mekong kekuatannya terbagi ke dalam sejumlah unit Mobile Riverine Force (MRF).

Markas dan barak 9th Infantry pun merupakan bangunan terapung di atas sungai dan sewaktu melaksanakan misi tempur ke daratan, pasukan diangkut menggunakan kapal-kapal khusus Armoured Troop Carrier (ATCS).

Untuk melancarkan misi tempurnya, 9th Infantry juga bekerja sama dengan US Navy Task Force 117 yang memiliki kapal-kapal kecil bersenjata dan kerap disebut sebagai Tango Boat.

Sebagai sniper, Waldron bisa menghajar musuh baik darat maupun dari atas kapal yang sedang menyusuri permukaan sungai Mekong.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help