BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Panwaslu Kabupaten Bangka Konsen Awasi Daerah Perbatasan Saat Pemilukada

Ia mengakui, pada saat pemilukada pihaknya konsen ke daerah-daerah perbatasan seperti di Kace dan Kace Timur. Pasalnya setiap kali

Panwaslu Kabupaten Bangka Konsen Awasi Daerah Perbatasan Saat Pemilukada
bangkapos/nurhayati
Ketua Panwaslu Kabupaten Bangka Corry Ihsan bersama Bupati Bangka H Tarmizi Saat melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Kabupaten Bangka sebesar Rp8,7 milyar, Senin (25/9/2017) lalu di Halaman Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Paswaslu Kabupaten Bangka melakukan pengawasan terhadap tahapan-tahapan baik dalam pemilihan kepala daerah (pemilukada) pada tahun 2018 dan pemilihan legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden (pileg) tahun 2019 nanti.

"Jadi setiap tahapan kita melakukan proses pengawasan," kata Ketua Panwaslu Kabupaten Bangka Corry Ihsan, kepada bangkapos.com, Kamis (5/10/2019).

Ia mengakui, pada saat pemilukada pihaknya konsen ke daerah-daerah perbatasan seperti di Kace dan Kace Timur. Pasalnya setiap kali pemilihan ada permasalahan daftar pemilih di sana.

Untuk itu pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Bawaslu Babel maupun Panwalu Kota Pangkalpinang.

"Pembicaraan kita diawal memang kita bakal konsentrasi ke daerah perbatasan karena ini ada dua suksesi untuk kegiatan pilbup sama pilwako. Itu jelas beda wilayah. Kalau di pilgub kita tidak ada permasalahan yang terlalu dipermasalahkan karena cakupannya Babel. Sekarang cakupan kita bupati dan walikota jadi masing-masing. Dikhawatirkan di situ ada yang tidak clear masalah kependudukan akan berpengaruh ke daftar pemilih nanti. Kalau ada pengaruh kita khawatir akan terjadi gejolak," ungkap Corry.

Menurutnya, untuk mengatasi gejolak berkaca dari pelaksanaan pilgub tahun 2017 ini, panwaslu akan mengadakan pemetaan wilayah-wilyah yang rawan konflik.

Diakuinya banyak kategori wilayah rawan salah satunya daerah perbatasan potensi yang muncul saat pemilukada.

Selain itu juga dengan pasangan calon, tim sukses termasuk juga potensi money politic yang dilakukan paslon dan timses sehingga panwaslu akan berkonsentrasi mengawasi hal tersebut.

"Kita tidak bisa fokuskan ke satu wilayah  semua kita pandang ada titik rawan juga. Yang paling berpotensi rawan wilayah-wilayah dalam terkadang melihat pengetahuan politik mereka kurang dan money politic terjadi ketika dari si pemberi kepada masyarakat, itu yang mungkin ada di wilayah-wilayah dalam. Di wilayah kota seperti Sungailiat juga berpotensi," beber Corry.

Oleh karena itu untuk diawal pemilukada ini pihaknya akan konsen ke semua wilayah nanti sudah masuk ke tahapan kampanye baru mulai dilakukan pemetaan wilayah.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help