BangkaPos/

Sekelumit Kisah Jenderal Soedirman, Jenderal yang Tak Sudi Dilecehkan dan Biasa Ambil Risiko

Tidak! Tidak bisa begitu! Ini pelanggaran kehormatan panglima tentara negara yang berdaulat! Kita kembali ke Yogya saja

Sekelumit Kisah Jenderal Soedirman, Jenderal yang Tak Sudi Dilecehkan dan Biasa Ambil Risiko
istimewa

Panglima diharap berkenan ke Jakarta lagi beserta para pengawalnya. Kali ini boleh membawa senjata!

Pak Dirman menolak.

Perundingan gencatan senjata pun terpaksa tertunda berhari-hari sampai tentara Inggris di Jakarta yang bertugas menyelenggarakan gencatan senjata kebakaran jenggot.

Perundingan baru bisa dimulai November 1946, saat Jenderal Soedirman datang ke Jakarta lagi.

Kali ini ia dijemput seorang pembesar Inggris di perbatasan Bekasi, karena mereka tidak mau kecolongan serdadu rendahan Belanda lagi.

Gencatan senjata itu menghasilkan Persetujuan Linggarjati.

Walaupun persetujuan itu sangat merugikan Indonesia, namun Tentara Rakyat Indonesia (TRI: nama baru bagi TKR sejak 24 Januari 1946) sebagai unsur negara harus patuh.

Panglima Soedirman berhasil menenteramkan para komandan TRI daerah yang semula tidak mau menerima Persetujuan Linggarjati.

Biasa Mengambil Risiko

Pihak Belanda melanggar Persetujuan Linggarjati itu, dengan melancarkan agresi militer I bulan Juli 1947.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help