BangkaPos/

Anggota Dewan Babar Juga Tak Setuju Proyek Penggemukan Sapi

"Itu kalau dilaksanakan di 2017 malah akan menimbulkan masalah, berbahaya. Saya sudah sampaikan ke Pak Azmal

Anggota Dewan Babar Juga Tak Setuju Proyek Penggemukan Sapi
Bangkapos/riyadi
Areal lahan Lambau di Kelurahan Kelapa Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat, yang akan digunakan untuk proyek peternakan dan penggemukan sapi. Tapi petani setempat menolak program itu. Foto Jumat (6/10/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat Hendra Kurniady mengatakan, program peternakan dan penggemukan sapi di Lambau Kelapa, sudah dianggarkan di tahun 2017 ini.

"Pada dasarnya sejak awal kami menolak, tapi program itu tetap masuk di anggaran 2017. Ketika mau memasukkan program penggemukan sapi, waktu itu harus dilakukan aklamasi, tapi kami kalah aklamasi, fraksi kami (Fraksi PKS) tetap menolak, yang lain setuju," jelas Hendra.

Meskipun dianggarkan di 2017, tapi kemungkinan besar program itu akan batal dengan sendirinya, karena tahapan sekarang baru study kelayakan, satu bulan kemudian rencana baru menyusun detail enginering design (DED).

Setelah DED selesai, perkiraan November nanti baru tender. Kalau tendernya memakan satu bulan, itupun kalau ada yang ikut dan menang tender, maka Desember baru mulai pelaksanaan pekerjaan.

"Itu saya rasa tidak mungkin dilaksanakan, proyek pembangunan kandang sapi akan selesai dalam satu bulan, kalau melihat skedul pelaksanaan proyek lamanya empat bulan, kalau empat bulan kan nggak bisa dilaksanakan, karena masuk tahun anggaran 2018, tapi kalau nekad tetap mau dilaksanakan di 2017, ya silahkan dipaksakan, cuma resikonya ya kedepan bisa bermasalah," jelas Hendra.

Hendra mengungkapkan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) sendiri, sampai saaat ini juga tidak berani mengeluarkan sertifikat tanah lambau, karena status lahannya sampai sekarang tidak jelas, satu sisi masyarakat dari awal juga menolak.

Hendra menegaskan, akan setuju dengan program kerjasama antara Pemkab Bangka dengan Pemprov DKI, jika program itu sesuai aturan.

"Saya sudah menyarankan, sebaiknya lahan peternakan sapi dialihkan ke lokasi lain, jangan memaksakan yang di Lambau Kelapa, di tempat lain masih banyak lahan yang lebih potensial kok," tandas Hendra.

Anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat Sayuti Arsyad juga menyatakan menolak proyek peternakan dan penggemukan sapi di Lambau Kelapa.

"Itu kalau dilaksanakan di 2017 malah akan menimbulkan masalah, berbahaya. Saya sudah sampaikan ke Pak Azmal (Kadin Peternakan dan Pertanian Pemkab Bangka Barat), agar tidak diteruskan atau dilaksanakan di 2017, karena kalau nekad ya malah berbahaya, dari segi status lahannya saja tidak ada hitam di atas putih, ya gimana mau dibangun proyek itu," tandas Sayuti.

Kadin Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Pemkab Bangka Barat Azmal AZ belum memberikan keterangan terkait penolakan petani tersebut.

Beberapa kali dihubungi ponselnya aktif, namun tidak diangkat.(*)

Penulis: riyadi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help