BangkaPos/

Antrean Solar Mengular, Pengelola SPBU Tawarkan Dexlite yang Harganya Beda Tipis dengan Solar

sebetulnya kalau konsumen mau mereka tidak usah mengantri, ada dexlite. Harganya beda tipis dengan solar, yaitu Rp 7.450.

Antrean Solar Mengular, Pengelola SPBU Tawarkan Dexlite yang Harganya Beda Tipis dengan Solar
Bangkapos/Nordin
Cecep, petugas di SPBU 24.331.102 yang beralamat di jalan Pasar Pagi Pangkalpinang, Jum'at (6/10) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pengendara mobil khususnya yang berbahan bakar solar di Pangkalpinang harus rela membagi waktunya setiap pagi untuk membeli solar di SPBU.

Seperti yang dilakukan Roni (43) dan kawan-kawannya. Pantauan harian ini, Jum'at (6/10) sekitar pukul 9.00 WIB kurang lebih hampir 20 lebih mobil di SPBU jalan pasar pagi.

"Beginilah setiap pagi kalau mau dapat solar harus ngantri dulu, kalau tidak beli di toko, itupun terbatas dan harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan di SPBU," ungkap Roni kepada bangkapos.com, Jum'at (6/10)

Hal yang sama terjadi di SPBU (24.331.151) atau perempatan kantor Gubernur Babel. Pengamatan harian ini sekitar pukul 09.30 WIB terjadi antrian pada bahan baku solar.

"Kadang harus rela 2 jam ngantri, itupun kalau ramai sudah tidak kebagian karena banyak yang lebih dulu," sebut Adrian salah satu sopir truk yang mengantri.

Kerjadian serupa juga di SPBU jalan Mentok, pengamatan harian ini sekitar pukul 10.04 WIB ada 15 mobil masih mengantri untuk mendapatkan solar.

Mulai dari truk, bus, bus mini, pickup terjejer rapi pada bagian pengisian solar. Namun sekitar pukul 10.16 WIB bahan bakar yang ditunggu tersebut sudah habis.

"Harapan kami sebetulnya solar ini bisa ditambah, juga pembelian diperketat agar para sopir tidak harus ngantri setiap hari, kadang juga tidak kebagian kalau terlambat nganti," sebut Nardiwan (44).

Pemandangan antrian yang cukup panjang juga terlihat di SPBU Pangkalan Baru, sejak pagi para sopir kendaraan harus rela antre.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Noordin
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help