BangkaPos/

Babel Disebut Komisi I DPRD Bogor Pengalaman Atasi Masalah Tambang

Babel sangat berpengalaman dengan penambangan timahnya. Kami ingin menyelesaikan tambang liar ini, ingin belajar dari babel.

Babel Disebut Komisi I DPRD Bogor Pengalaman Atasi Masalah Tambang
bangkapos/hendra
Ketua Komisi I DPRD Babel, Adet Mastur, Kamis (5/10/2017) 

Terkait dengan pertambangan di Babel, Adet mengatakan saat ini di Babel sudah banyak berkurang. Masyarakat yang sempat menambang kini sudah banyak yang beralih lagi ke sektor perkebunan dan pertanian.

Sedangkan untuk tambang rakyat yang kerap diilegalkan, Adet mengatakan di Babel penambang rakyat juga banyak yang bermitra dengan perusahaan tambang yang memiliki izin tambang.

“Di Babel masyarakat yang ingin menambang harus bernaungan dengan mereka yang sudah punya izin. Seperti PT Timah, PT Kobatin, Pemda atau perusahaan lain yang punya izin. Di Babel juga tak masalah lagi soal perizinan tambang ini. Sudah banyak TI bernaungan di IUP pemda maupun koba tin. Dan mereka bermitra,” kata Adet.

Sementara terkait dengan perizinan tanah melalui program pendaftaran tanah sistem lengkap (PTSL) di Babel pun berjalan dengan baik. Permasalahan tumpang tindih lahan pun, khususnya di desa-desa tak banyak terjadi.

"Kalau di mereka (bogor--red) banyak berebutan dan permasalahan tanah. Itu rentan dengan perselisihan. Kalau di babel hampir tak ada perselisihan tanah, khususnya di desa,” kata Adet.

Adet juga menjelaskan ke Komisi I DPRD Kabupaten Bogor bahwa di Babel ada juga program pengurusan tanah gratis. Seperti di Kabupaten Bangka Tengah. Hanya masyarakat yang dinilai mampu yang dipungut biaya. Sedangkan yang tidak mampu tidak dipungut biaya apapun.

“Ada beberapa perbup seperti di Bangka Tengah tidak dipungut biaya. Yang dipungut cuma orang yang masuk kategori orang mampu. Dananya juga hanya untuk pembuatan patok beton batas tanah,” ujar Adet.

Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help