BangkaPos/

Dokter RS Sulbar Kompak Mogok Kerja, Pasien Terlantar hingga Meninggal

Seorang pasien di antaranya bahkan meninggal dunia lantaran tidak mendapat penanganan dokter rumah sakit rujukan tersebut

Dokter RS Sulbar Kompak Mogok Kerja, Pasien Terlantar hingga Meninggal
(KOMPAS.com/ Junaedi)
Tak kunjung ditangani dokter, seorang pasien Rumah Sakit Regional Sulbar meninggal dunia akibat puluhan dokter spesialis dan dokter umum di rumah sakit rujukan tersebut kompak mogok kerja mulai Jumat (6/10). 

BANGKAPOS.COM - Aksi mogok kerja yang digelar puluhan dokter spesialis dan dokter umum Rumah Sakit Regional Sulawesi Barat di Mamuju menyebabkan pasien telantar.

Seorang pasien di antaranya bahkan meninggal dunia lantaran tidak mendapat penanganan dokter rumah sakit rujukan tersebut.

Pasien yang meninggal tersebut dirawat ruang inap Maleo Rumah Sakit Regional Sulawesi Barat. Pasien yang dirawat sejak tiga hari lalu ini mengembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (6/10/2017).

Andriani, salah satu keluarga pasien, menyebutkan bahwa kerabatnya sudah tiga hari menunggu kedatangan dokter spesialis. Namun, hingga pasien meninggal, tak ada satu pun dokter yang datang.

"Bayangkan, Pak, sudah tiga hari masuk rumah sakit belum ditangani dokter. Kami sudah merengek-rengek minta bantuan, tapi hanya dijanji-janji saja sampai pasien meninggal dunia," kata Andriani, Jumat.

Baca: Pekerja Sawit Meninggal Terjatuh di Bak Air Panas, Tim Pengawas Disnaker Akan Datangi PT LWM

Ketua Komite Medik RSU Regional Sulawesi Barat Herpandi Rahim, yang ditemui wartawan mengatakan, pihaknya tidak akan melayani pasien sebelum obat obatan, bahan-bahan habis pakai, fasilitas penunjang laboratorium, radiologi, dan alat serta prasarana ruang operasi tersedia di rumah sakit tersebut. Dia berdalih tidak bisa melayani pasien secara maksimal karena minim fasilitas.

"Kami para dokter bersepakat tidak akan melayani pasien sampai tuntutan pengadaan obat dan sarana lainnya dipenuhi," kata Herpandi yang juga dokter spesialis di RS tersebut.

Baca: Curi Uang Majikan untuk Pacar Pulang Kampung, Pembantu Rumah Tangga Ini Ngaku Khilaf

Dalam pernyataan sikapnya, puluhan dokter mendesak direktur RS Regional Sulbar untuk mundur dari jabatannya karena dinilai gagal dalam mengelola rumah sakit sehingga berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Para dokter menyatakan akan kompak tidak masuk kerja dan melayani pasien sampai manajemen rumah sakit menyediakan peralatan pendukung.

Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help