BangkaPos/

IMI Babel: Banyak Pembenahan di MXGP 2018

Kalau di lokasi kemarin istilahnya kita rugi karena lahan MXGP itu turun sementara lokasi dekat pemukiman warga yang

IMI Babel: Banyak Pembenahan di MXGP 2018
Bangka Pos/Resha Juhari
MXGP 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Rencana Motorcross Grand Prix World Championship (MXGP) 2018 juga mendapat komentar dari Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bangka Belitung Tetranto yang mengatakan lokasi penyelenggaraan MXGP tahun depan dipastikan akan berbeda dari MXGP 2017.

Bila sebelumnya MXGP dilaksanakan di GOR Sahabudin berdekatan dengan kantor pusat pemerintahan Babel dan Bandara Depati Amir, maka tahun depan lokasi MXGP akan memilih daerah Selindung, Pangkalpinang.

Namun hingga kini belum jelas lokasi tepat yang akan dipilih untuk menjadi pusat acara MXGP.

Tentranto atau akrab disapa Anto meyakinkan penyelenggaraan MXGP kedua kalinya di Pangkalpinang ini akan dipersiapkan dari jauh hari dan lebih matang dibanding sebelumnya.

"Kalau di lokasi kemarin istilahnya kita rugi karena lahan MXGP itu turun sementara lokasi dekat pemukiman warga yang berada di lahan lebih tinggi dari sirkuit. Akibatnya warga bisa melihat gratis pertunjukan MXGP dari atas tanpa bayar,"jelas Anto saat dihubungi Bangka Pos, Jumat (6/10).

Hal lain yang menjadi evaluasi panitia penyelenggara berkaitan dengan kontur tanah sirkuit yang tak ideal lagi akibat hujan.

Di penyelenggaraan MXGP tahun depan, Anto mengaku belum tahu bentuk detail sirkuit yang akan dibuat.

Namun dirinya memastikan kekurangan MXGP 2017 lalu akan dibenahi dengan persiapan waktu yang cukup.

"Pembuatan sikuit akan dilakukan dari jauh hari biar persiapan fasilitasnya gak mepet. Antara pihak pemerintah dan penyelenggara mewakili EO jangan ada miss komunikasi. (MXGP 2018) kan ada bantuan dari pemerintah jadi bisa sekalian promosi wisata Babel dan UKM bisa jualan,"tambahnya.

Disayangkan Anton, penyelenggaraan MXGP 2018 Pangkalpinang terpaut berdekatan hari dengan MXGP di Semarang pada bulan Juni.

Pasalnya dengan jarak penyelenggaraan pertunjukan yang sama dikhawatirkan jumlah penonton dari Pulau Jawa tak akan banyak, mengingat perhatian penonton di Pulau Jawa akan terfokus di MXGP Semarang.

"Crosser (pembalap) pun jadi tak bisa berlama-lama di Bangka,"jelas Anto.

Selain soal segala pembenahan penyelenggaraan MXGP tahun depan, Anto pun mengkritisi persoalan hotel yang melakukan tindak mark-up harga hotel.

Alhasil dari pengalaman lalu tak sedikit penonton dari luar daerah merasa tarif hotel yang ditetapkan terlalu mahal ditambah tarif yang dipasang tersebut dirasa tak sesuai dengan fasilitas yang didapat.(*)

Penulis: Dhina Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help