BangkaPos/

Kisah Kejamnya Westerling dan Serdadu Belanda, 40.000 Jiwa Tewas Dibantai

Adam (80 tahun), salah satu saksi korban pembantaian masih merekam detail peristiwa sadis itu.

Kisah Kejamnya Westerling dan Serdadu Belanda, 40.000 Jiwa Tewas Dibantai
Kompas.com/Junaedi
Monumen korban 40.000 jiwa di Galung lombok Tinambung Polewali Mandar, Sulawesi Barat. 

Mereka kemudian mempertontonkan aksi pembunuhan keji terhadap warga yang tidak berdosa tersebut.

Saat pembunuhan massal selesai, tentara Belanda mendapat informasi jika tiga tentara mereka yang sedang menjalankan operasi di Kampung Tidolo tewas dibunuh pejuang setempat.

Tentara belanda kian berang. Semula, mereka hanya menyasar warga yang dicurigai pro tentara dan Merah Putih. Namun mereka pun memburu warga sipil dan kaum perempuan.

Saat itu, seluruh warga Segeri tewas ditembak secara membabi buta. Kecuali mereka yang berhasil lolos masuk ke hutan.

Adam bersama sejumlah keluarga perempuan dan ibunya berhasil melarikan diri ke hutan.

Adam tak henti-hentinya menangis ketika ingat sang ayah yang tewas dibantai serdadu Belanda.

Tak berapa lama, Belanda kembali mendatangi dan menyisir warga Kampung Segeri.

Tidak hanya membunuh penduduknya tapi juga membumi hanguskan kampung tersebut.

Seluruh bangunan rumah dan kandang ternak milik warga dibakar habis.

Untuk mengabadikan peritiwa kelam tersebut, pemerintah hingga kini mengenang ribuan nama yang dikuburkan secara massal di lokasi pembantaian tersebut dalam bentuk monumen.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help