BangkaPos/

Komisi I DPRD Bogor Tanya Kerja Komisi I DPRD Babel Itu Apa Sih

Program Natak Kampung di Bangka Belitung mendapat apresiasi dari Komisi I DPRD Kabupaten Bogor

Komisi I DPRD Bogor Tanya Kerja Komisi I DPRD Babel Itu Apa Sih
Dok Humas Setda Bangka
Contoh natak kampung--Bupati Bangka H. Tarmizi Saat usai melakukan natak kampung di Desa Kota Kapur dan sekitarnya melakukan makan siang di salah satu rumah warga Desa Kapuk Kecamatan Mendobarat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Program Natak Kampung di Bangka Belitung mendapat apresiasi dari Komisi I DPRD Kabupaten Bogor saat berkunjung ke DPRD Bangka Belitung, Kamis (5/10).

DPRD Kabupaten Bogor berkunjung ke Babel yakni dari Komisi I sebanyak 16 orang dan Komisi III sebanyak 29 orang.

Ketua Komisi I DPRD Kabupatan Bogor, Kukuh Sri Widodo mengatakan program natak kampung tidak ada di daerahnya. Karenanya program tersebut patut dicontoh untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Disini ada program natak kampung. Kita lihat itu bagus juga untuk menyerap aspirasi masyarakat,” kata Kukuh kepada bangkapos.com.

Ketua Komisi I DPRD Babel, Adet Mastur mengatakan program natak kampung atau berkunjung ke desa-desa sudah diprogramkan dari awal mereka duduk di kursi DPRD.

Hampir seluruh kabupaten dan desa yang ada di Babel sudah didatanginya.

“Mereka tanya. Kerja komisi 1 di Babel itu sebenarnya apa saja? Saya bilang kami punya program natak kampung. Setiap minggu komisi 1 turun, bertemu masyarakat, kumpulkan perangkat desa, BPD, RT hingga masyarakat. Kita ingin menyerap aspirasi dari masyarakat langsung,” kata Adet Mastur.

Menurut Adet, program natak kampung tersebut lebih tepat untuk menyerap aspirasi dari masyarakat. Kalau hanya mengandalkan waktu reses saja, tidak banyak aspirasi dari masyarakat yang dapat diserap.

Aspirasi yang didapat dari masyarakat tersebut, bila terkait dengan pemerintahan propinsi dan dinas, akan disampaikan langsung ke OPD terkait ataupun ke gubernur langsung. Hal yang sama bila terkait dengan pemerintahan kabupaten.

“Banyak aspirasi yang kita dapat. Misalkan soal pembangunan infrastruktur. Kalau memang kabupaten/kota tak punya dana kita minta ajukan ke DPRD. Kita bisa bantu anggarannya melalui dana daba,” kata Adet.

Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help