BangkaPos/

Overload Jadi Alasan RSBT Tolak Pasien yang Melahirkan di Mobil

Hari ini kami sudah datangi pasien namun belum bisa ditemui karena karena masih dalam penanganan medis. Namun kami

Overload Jadi Alasan RSBT Tolak Pasien yang Melahirkan di Mobil
Istimewa
Suasana Rahayu melahirkan di dalam mobil. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Humas Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT), Heri saat dicoba konfirmasi oleh Bangka Pos tak berada di ruangannya sore hari ini, Jumat (6/10) hingga jam pulang kantor pukul 17.00 WIB.

Adapun saat Bangka Pos berusaha sms dan menghubungi lewat telepon, Humas RSBT ini tak menanggapi telepon Bangka Pos.

Hingga pukul 17.11 WIB barulah Bangka Pos mendapat sms dari Humas RSBT, Heri mengenai konfirmasi mewakili RSBT melalui Humas PT.Timah Anggi Siahaan.

Bangka Pos pun bertemu dengan Humas PT.Timah Anggi Siahaan di Rumah Sakit Baktiwara malam ini.

Mewakili managemen RSBT yang tergabung dalam PT.Rumah Sakit Bakti Timah, Anggi Siahaan mengaku pasien yang hendak melahirkan di RSBT diarahkan ke Rumah Sakit Ibu Anak Muhaya karena alasan keterbatasan kapasitas ruang kebidanan beserta SDM.

"Atas kejadian ini Management RSBT minta maaf. Menurut data, kondisi tersebut terjadi pagi hari. Kapasitas overload dari 15 ruangan ada 16 pasien ibu dan 9 anak bayi. Ada prepare dari staff medis untuk 4 operasi dan 1 butuh penanganan khusus," jelas Anggi Siahaan kepada Bangka Pos.

Mengetahui keterbatasan kapasitas rumah sakit, saat pasien berada di unit gawat darurat (UGD). Pihak RSBT pun langsung mengarahkan pasien ke RSIA Muhaya karena menghitung jarak perjalanan lebih dekat.

Diketahui terdapat dua pasien sebelumnya juga sudah diarahkan ke RSIA Muhaya.

Anggi pun mengatakan kondisi saat itu sulit untuk menerima pasien tersebut karena khawatir apabila tetap dipaksakan maka pasien beresiko tak dapat tertangani dengan baik.

Sore hari tadi dikatakan Anggi, bersama Wakil Direktur RSBT Otto Multiartha segera mendatangi pasien di Rumah Sakit Baktiwara untuk memastikan kondisi pasien.

"Hari ini kami sudah datangi pasien namun belum bisa ditemui karena karena masih dalam penanganan medis. Namun kami meningalkan nomor kontak dan cross check agar bisa maintan (memperhatikan) pasien,"tegas Anggi.

Dari informasi yang Bangka Pos himpun melalui Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sapta Qodria yang turut hadir menjenguk kondisi pasien di Rumah Sakit Khatolik Baktiwara mengatakan  kondisi umum bayi belum sangat membaik.

Namun dari detak jantung terdeteksi baik dengan berat 1,4 Kg, panjang badan 46 cm dan lingkar kepala 52 cm.(*)

Penulis: Dhina Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help