BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Rio Sebut, Penolakan Pasien itu Preseden Buruk Bagi RS Bhakti Timah

Peristiwa ini, sangat miris dan sangat disayangkan. Kalau mendengar ada pasien BPJS yang tidak dilayani atau seolah-olah diabaikan

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Dugaan adanya penolakan terhadap pasien yang akan melahirkan di RS Bakti Timah Kota Pangkalpinang, ternyatmendapat tanggapan serius anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady.

Bahkan untuk mencari kebenaran dan memastikan apa sebenarnya yang terjadi, politisi PKS langsung menghubungi Direktur RS Bhakti Timah, Subuh Wibisono, namun disayangkan hingga, Jumat (6/10/2017) malam juga belum ada jawaban.

"Peristiwa ini sangat miris dan sangat disayangkan. Kalau mendengar ada pasien BPJS yang tidak dilayani atau seolah-olah diabaikan kita sudah sering dengar. Tetapi ini pasien yang dalam keadaan gawat darurat dan perlu penanganan. Maka jadi catatan buruk kalau benar ditolak, itu sudah jelas ada aturan ada UU kesehatan yang mengatur," ucapnya.

Baca: Heboh, Ibu Muda Melahirkan di Parkiran Mobil Rumah Sakit Bhakti Wara, Begini Kondisi Bayinya

Dikatakan Rio berdasarkan informasi yang didapatnya sesuai dengan UU no 36 tahun 2009 pasal 32 ayat 1 dan pasal 32 ayat 2.

“Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan pencatatan terlebih dahulu dan dilarang menolak pasien dan atau meminta uang muka," ucapnya.

Selain itu Pasal 29 ayat (1) huruf f Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (UU Rumah Sakit) yang mengatur tentangKewajiban Rumah Sakit, dengan tegas menyatakan Rumah sakit wajib memberikan fasilitas pelayanan pasien gawat darurat tanpa uang muka.

"Berdasarkan bunyi pasal di atas, jelas bahwa dalam keadaan darurat rumah sakit seharusnya tidak boleh menolak pasien dan/atau meminta uang muka, sebab dalam keadaan darurat/kritis yang menjadi tujuan utama adalah penyelamatan nyawa atau pencegahan pencacatan terlebih dahulu," ucapnya.

Untuk itu, lanjut Rio dirinya akan mencari informasi kebenaran soal penolakan pasien tersebut, ini harus segera diselesaikan dan jangan sampai jadi preseden buruk.

"Kita minta persolan ini, jangan sampai terulang lagi, sebab informasinya pasien ditolak, karena ruangan penuh. Ini perlu dikroscek apakah memang prosedur rumah sakit atau oknum pegawainya. Makanya perlu dicari titik permasalahan dan solusinya," ucap Rio.(*)

Penulis: zulkodri
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help