BangkaPos/

Komisioner KPAI Pusat Sesalkan Pihak RS Tolak Pasien

Semestinya Persalinan di ruang UGD sekalipun akan lebih baik dari pada dilakukan di mobil, tidak sepantasnya pasien dalam

Komisioner KPAI Pusat Sesalkan Pihak RS Tolak Pasien
ist

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA-Komisioner bidang Kesehatan KPAI pusat, Sitti Hikmawatty menyayangkan sekaligus prihatin sekali dengan kejadian berulang tidak tertanganinya pasien yang berada dalam kegawat daruratan.

Berdasarkan laporan awal yang diterimanya, disampaikan bahwa pasien mengalami perdarahan saat datang ke RS, namun bukannya ditolong malah dicarikan rujukan pada RS lain.

"Semestinya Persalinan di ruang UGD sekalipun akan lebih baik dari pada dilakukan di mobil, tidak sepantasnya pasien dalam kondisi itu ditolak. Ini menyangkut kemanusiaan sekaligus penyelamatan dua nyawa di dalamnya. Kami meminta KPAI Daerah (KPAD) untuk terus berkoordinasi terkait kasus ini," kata Sitti yang disampaikan oleh ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Bangka Belitung, Sapta Qodria Muahfi SH melalui siaran pers yang diterima, Sabtu (7/10/2017) sore.

Menurutnya, mungkin sudah saatnya Menkes mengambil tindakan khusus untuk meningkatkan kesigapan direksi/manajemen RS dalam menggawangi strategi pertolongan pada pasiennya.

"Di era Jaminan Kesehatan Nasional di galakkan, seharusnya kasus2 ini tidak perlu terjadi. Apakah benar RS sudah sedemikian overload hingga tidak bisa menampung 1 pasien lagi?. Adakah upaya khusus untuk menangani kasus ini, jangan sampai petugas tidak faham dalam mengatasi kegawat daruratan, perlu di cek apakah kualitas petugas sudah mumpuni, tersertifikasi? (BTLS - ATLS), jika RS negeri sudah terlalu penuh DPRD tentunya perlu siapkan lagi untuk pengembangan RS, dsb. Jika memang ada bolong yang harus segera ditambal, maka segeralah lakukan. Termasuk di dalamnya menegakkan punishment pada kesalahan yang dilakukan dengan sengaja," tegasnya.

Intinya ditegaskan ia, mengajak semua elemen masyarakat secara bersama-sama melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan kesehatan khususnya penanganan pasien anak.

"Bagaimanapun kualitas anak sangat terkait dengan proses persalinan dia (prenatal, antenatal dan post natal). Demi kepentingan terbaik anak Indonesia, reformasi peraturan dalam bidang kesehatan sepertinya sudah menjadi keniscayaan," harapnya. (*)

Penulis: ryan augusta
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help