Xian Lun Panjatkan Doa Saat Bumi dan Bulan Saling Berdekatan

Fat berarti delapan, Ngiat berarti bulan, dan Pan artinya pertengahan. Sehingga Sembahyang Bulan itu maksudnya, ketika

Xian Lun Panjatkan Doa Saat Bumi dan Bulan Saling Berdekatan
Bangkapos/Fery Laskary
Bikuni Xian Lun memimpin ritual sembahyang bulan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Wanita berkepala plontos, jubah coklat tampak khusuk memimpin ritual. Puja-puji dia panjatkan.

Adalah lantunan doa yang sedang dikumandangkan oleh Bikuni Xian Lun, wanita tadi.

Ritual Sembahyang Fat Ngiat Fan ini dilaksanakan, Sabtu (7/10/2017) petang di Puri Tri Agung Pantai Tikus Sungailiat Bangka.

Selain komat-kamit, Xian Lun tampak memegang sebuah benda. Suara Sang Bikuni, sebutan bagi biksu perempuan, didampingi dua orang pria yang juga berjubah di sebelahnya, terus menggema. Lantunan Xian Lun, terus terngiang-ngiang di telinga, diikuti oleh sejumlah umatnya.

Prosesi ritual itui adalah bagian dari Festival Moon, Sembahyang Bulan atau biasa disebut Fat Ngiat Pan.

Sembayang dilakukan ketika memasuki Hari ke 15 Bulan Delapan hitungan Imlek. Saat itu, sebuah harapan, kesehatan, keselamatan, kedamaian dan kemakmuran tercurahkan.

"Fat berarti delapan, Ngiat berarti bulan, dan Pan artinya pertengahan. Sehingga Sembahyang Bulan itu maksudnya, ketika para keluarga bercengkrama melihat keindahan alam dengan bulan purnama di pertengahan bulan delapan tanggal 15 hitungan Imlek, hitungan bulan bukan masehi," kata Then Yohanes, Ketua Panitia Acara, Festival Sembahyang Bulan atau Fat Ngiat Pan di Puri Tri Agung Sungailiat, Sabtu (7/10/2017) petang.

Sembahyang Bulan atau Fat Ngiat Pan, dirayakan karena menurut keyakinan, posisi bumi dan bulan sangat berdekatan. Kondisi itu terjadi hanya pada waktu-waktu tertentu.

"Maksudnya pada saat itu, bumi dan bulan terdekat (putaran pertahun), sehingga kita rayakan Sembahyang Bulan," katanya.

Saat Sembahyang Bulan menurut Yohanes, ada tahapan khusus. Bikuni Xian Lun, merupakan sosok yang dipercaya memimpin rituan ini.

"Karena ini adalah kebaktian yang kita sebutkan untuk memuja kepada para Bodhisatwa atau para Budha, yaitu orang-orang yang sudah mencapai 'kesempurnaan'. Saat Sembahyang, kita berdoa supaya kita semua dikasih kesehatan dan kedamaian," katanya.

Sementara itu, prosesi Sembahyang Bulan digelar, hingga Pukul 18.00 WIB, Sabtu (7/10/2017). Acara kemudian dilanjutkan malam hari berupa atraksi hiburan pertunjukan barongsai, pidato sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana Acara, Pidato Gubernur Babel diwakili Kepala Dinas Pariwisata Babel, dan hiburan panggung musik serta santap malam.

"Acara selesai pukul 22.00 WIB, diakhiri pelepasan balon terbang. Diharapkan, pelepasan balon terbang, sekaligus melepaskan doa bersama supaya kedepan diberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang hadir, dan masyarakat Babel pada umumnya," kata Yohanes.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved