Melahirkan di Parkiran, Begini Nasib Rahayu dan Bayinya

"Alhamdullillah sudah operasi, sekarang sudah di ruang rawat. Anaknya masih seperti kemarin di inkubator," kata Dwi,

Melahirkan di Parkiran, Begini Nasib Rahayu dan Bayinya
Istimewa
Suasana ketika Rahayu melahirkan di mobil 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sehari setelah melahirkan di dalam mobil, Rahayu (18) masih dalam perawatan intensif di RSK Bhakti Wara Pangkalpinang usai menjalani operasi, Sabtu (7/10/2017).

Sementara bayinya masih dalam perawatan di inkubator karena terlahir prematur.

Kakak ipar Rahayu, Dwi Prasteyo mengatakan, ibu dan anaknya sudah dipindahkan ke ruang perawatan, namun belum bisa ditemui awak media.

"Alhamdullillah sudah operasi, sekarang sudah di ruang rawat. Anaknya masih seperti kemarin di inkubator," kata Dwi, Sabtu (7/10/2017).

Menurutnya, keluarganya sedang fokus pada masa pemulihan Rahayu dan bayinya terlebih dahulu. "Langkah selanjutnya kami masih rembukan dengan keluarga," ujarnya.

Sebelumnya, pihaknya menyatakan kekecewaannya terkait penolakan Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) dengan alasan tidak ada ruangan kosong, sehingga adik iparnya terpaksa harus melahirkan di dalam mobil, Jumat (6/10/2017).

Sementara, komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (7/10), kembali mengunjungi bayi yang dilahirkan di dalam mobil. Ketua KPAD Babel Sapta Qodria Muafi beserta komisioner M Yamin, dan psikolog Imam Ghozali ditemui oleh Kabag Pelayanan Medis dr Helvian dan dr Yunita yang membantu pasien saat persalinan.

"Dari keterangan dokter, kondisi bayi saat ini 99 persen sudah masuk oksigen ke seluruh tubuh, tetapi pernapasan bayi masih belum stabil. Untuk asupan makanan bayi tersebut, pihak dokter memberikan ASI dicampur dengan susu. Sebab, kondisi ASI belum begitu banyak melalui selang yang langsung masuk ke lambung," kata Sapta dalam rilis yang diterima Bangka Pos, kemarin.

Pihaknya menyayangkan kejadian ini terjadi di Babel. Pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut agar tidak terulang kembali.

Terpisah, Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Babel, Jumli Jamaluddin mengatakan akan mengonfirmasi langsung kepada Direktur RSBT terkait tidak dilayaninya Rahayu sehingga harus melahirkan di mobil.

Halaman
12
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved