BREAKING NEWS

Bayi Dilahirkan Dalam Mobil di Parkiran Meninggal Dunia

"Iya sudah meninggal hari ini," kata kakak ipar Rahayu, Dwi Prasetyo, Senin (9/10/2017).

Bayi Dilahirkan Dalam Mobil di Parkiran Meninggal Dunia
Istimewa
Suasana ketika Rahayu melahirkan di mobil 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bayi yang dilahirkan Rahayu di dalam mobil di pelataran parkir Rumah Sakit Kristen Bhakti Wara , Jum'at (6/10/2017) telah meninggal dunia

"Iya sudah meninggal hari ini," kata kakak ipar Rahayu, Dwi Prasetyo, Senin (9/10/2017).

Bayi dengan jenis kelamin laki-laki itu lahir dalam keadaan prematur dengan berat badan 1,4 kg dalam usia kandungan 32 minggu.

Sebelumnya, bayi ini memang dalam perwatan itensif dari dokter dan terus di inkubator sejak dilahirkan.

Bayi Rahayu yang dilahirkan di dalam sedan di pelataran parkir Rumah Sakit Bhakti Wara akhirnya tak bisa diselamatkan.

Peristiwa Rahayu yang melahirkan di pelataran RSK Bhakti Wara menjadi sorotan publik. Pasalnya pihak keluarga mengungkapkan Rahayu sebelumnya datang ke Rumah Sakit Bhakti Timah namun ditolak karena alasan tidak ada ruangan kosong.

Pihak RSBT kemmbantah menolak pasien, melalui Kabag Humas PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, mewakili manajemen RSBT yang tergabung dalam PT Rumah Sakit Bakti Timah, mengatakan, pasien yang hendak melahirkan di RSBT diarahkan ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Muhaya.

Hal itu lantaran adanya keterbatasan kapasitas ruang kebidanan serta sumber daya manusia (SDM) di RSBT. "Atas kejadian ini, manajemen RSBT minta maaf. Menurut data, kondisi tersebut terjadi pagi hari. Kapasitas overload, dari 15 ruangan ada 16 pasien ibu dan sembilan bayi. Ada prepare dari staf medis untuk empat operasi dan satu butuh penanganan khusus," kata Anggi, kemarin.

Mengetahui adanya keterbatasan kapasitas rumah sakit, saat pasien berada di unit gawat darurat (UGD), pihak RSBT pun langsung mengarahkan pasien ke RSIA Muhaya karena menghitung jarak perjalanan lebih dekat.

Diketahui, sebelumnya juga terdapat dua pasien sudah diarahkan ke RSIA Muhaya.

Anggi menyebut, kondisi saat itu sulit untuk menerima pasien tersebut karena khawatir apabila tetap dipaksakan maka pasien berisiko tak dapat tertangani dengan baik.

Jumat (6/10) sore, lanjutnya, bersama Wakil Direktur RSBT Otto Multiartha segera mendatangi Rahayu di RSK Bakti Wara untuk memastikan kondisi sang pasien.

Penulis: krisyanidayati
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved