Musim Nyutong Nelayan Bangka Berbondong-Bondong Melaut

Musim cumi tiba. Nelayan pun berbondong-bondong melaut menggunakan alat pancing, jaring tangkul ataupun jaring bagan

Musim Nyutong Nelayan Bangka Berbondong-Bondong Melaut
bangkapos.com/Fery Laskari
Musim Nyutong Nelayan Bangka Berbondong-Bondong Melaut 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Musim cumi tiba. Nelayan pun berbondong-bondong melaut menggunakan alat pancing, jaring tangkul ataupun jaring bagan. Kondisi Perairan Bangka dipastikan mulai stabil. Imbasnya, nelayan lebih mudah mendapatkan tangkapan, dibanding sebelumnya.

Sejumlah nelayan, mulai dari Perairan Rebo Sungailiat Bangka hingga Perairan Bedukang dan Airantu Riausilip Bangka merasa gembira. Hanya berbekal pancing atau rangkang pun, mereka bisa mendapat cumi atau sotong 5 kg hingga 10 kg pernelayan dalam semalam.

"Sekarang lagi musim nyutong (musim nelayan nangkap cumi). Nelayan kita di Bedukang dan sekitarnya banyak yang cari sutong (cumi), karena saat ini memang sedang musimnya," kata Ahoi, Kepala Dusun (Kadus) Bedukang kepada Bangka Pos Group, Senin (9/10/2017).

Menurut Ahoi, kondisi itu menguntungkan nelayan kecil. Hanya berbekal rangkang atau pancing umpan mainan (umpan bulak), nelayan lokal dapat membawa pulang hasil laut yang lumayan. "Nelayan pakai rangkang, pancing umpan bulak. Mereka mancing pakai perahu, dan ada juga yang mancing di sekitar bagan (bangunan kayu tengah laut)," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kadus Airantu, Athun kepada Bangka Pos Group, Senin (9/10/2017) mengatakan hal senada. Hasil tangkapan nelayan yang menangkap cumi atau sutong memang tak menentu. "Namun saat ini rata-rata sekali melaut nelayan bisa mancing sutong dengan hasil 5 kg hingga 10 kg, karena memang saat ini sedang musim orang nyutong (mancing cumi)," katanya.

Sama seperti nelayan lainnya, Nelayan Dusun Airantu juga menggunakan alat tangkap beragam jenis. Ada yang menggunakan pancing (rangkang), jaring tangkul, hingga jaring bagan. Perbedaannya, kalau nelayan menggunakan jaring bagan, hasil tangkapan cumi lebih banyak dibanding nelayan rangkang (pancing) atau tangkul.

"Harga cumi saat ini, kalau masih di sekitar pantai, rata-rata sekitar Rp 50 ribu perkg (harga nelayan). Tapi kalau sudah di pasaran atau sudah di tengkulak atau pedagang harganya rata-rata Rp 60 ribu perkg untuk ukuran cumi pancing," katanya.

Kepala Desa Rebo Sungailiat Bangka, Fendi mengakui, nelayan mulai bergairah karena badai tak lagi mengganas di perairan ini. Kondisi laut lebih stabil dibanding beberapa waktu sebelumnya. "Kondisi mulai normal, gelombang tak seganas dulu. Nelayan berbagai daerah banyak yang melaut di Perairan Rebo," tambah Fendi, Senin (9/10/2017).

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka, Ridwan bersyukur jika nelayan mulai bergairah. Data yang dia dapat, hasil tangkap yang sedang marak saat ini tak hanya cumi, namun juga ikan bawal dan ikan ciuw. "Saat ini sedang musim cumi. Namun tak hanya cumi, tapi banyak juga nelayan yang dapat ikan bawal dan ikan ciuw," katanya.

Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help