BangkaPos/

Pilwako Pangkalpinang Menuju Tiga Pasang, Diprediksi Bakal Seru dan Menarik

Dr Ibrahim mengamati perlahan namun pasti, anatomi politik Pilwako mulai jelas nampak.

Pilwako Pangkalpinang Menuju Tiga Pasang, Diprediksi Bakal Seru dan Menarik
ibrahim 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Bangka Belitung (UBB) Dr Ibrahim mengamati perlahan namun pasti, anatomi politik Pilwako Pangkalpinang mulai jelas nampak.

Saat ini terlihat drama koalisi antarparpol menunjukkan grafik yang stabil.

"Dalam amatan saya, koalisi sudah mulai mengerucut ke tiga pasang kandidat. Udin yang sejak awal sudah banyak melakukan kegiatan lapangan di satu sisi, Molen yang namanya sering muncul lalu berdiri disisi yang berbeda, dan nama Endang yang tiba-tiba melesat begitu cepat. Partai politik yang selama ini telah membuka pendaftaran nampak buru-buru mengakhiri drama dengan memantapkan peta dukungan," ujar Iim sapaan akarab Ibrahim, Selasa (10/10/2017).

Dalam pengamatan Ibrahim, PDIP dan PKS sepertinya sudah memastikan akan mengusung Molen, sedangkan Golkar, PAN, Demokrat, dan PKB juga sudah menunjukkan arah dukungan ke Endang.

Sementara Gerindra dan sepertinya PPP akan masuk ke Udin. Tiga nama ini sepertinya berangkat dari peta koalisi yang tidak idealis dari sisi ideologi kepartaian, melainkan lebih pada kalkulasi figur dan konteks lobi di tingkat lokal.

Masuknya nama Endang yang berjalan mulus sepertinya didukung kuat oleh lobi partai politik tingkatan elit, sementara partai-partai lain menghitung-hitung secara rasional antara biaya yang akan dikeluarkan dengan kesulitan umum untuk memenangkan kontestasi. Meski masih terbuka peluang, tiga pasangan ini sepertinya akan melaju sampai masa pendaftaran secara resmi.

Meski terlalu dini untuk menebak peta kontetasi, namun Ibrahim melihat bahwa ketiga pasangan ini akan terdinamisasi oleh komposisi calon wakil walikota yang akan mendampingi ketiganya. Masih ada nama-nama populer yang harus dipertimbangan, misalnya Ibrahim menyebut nama Sofyan, Dessy Irwansyah, Rio Setiady, Edison Taher, Depati Gandhi, atau Elly Rebuin.

"Udin misalnya, ia membutuhkan figur yang populer sekaligus bisa diterima dengan baik di kalangan birokrasi karena ia sendiri mencitrakan diri sebagai sosok yang sederhana dan merakyat. Molen justru membutuhkan wakil yang populer di akar rumput karena ia secara birokrasi sudah termasuk mapan. Adapun Endang membutuhkan pendamping yang sangat populer di tingkat lokal karena namanya termasuk baru di tataran birokrasi maupun akar rumput," papar Ibrahim.

Partai politik menurut Pengamat Politik Babel ini sudah benar ketika harus mengakhiri drama berkepanjangan soal calon yang akan diusung. Tugas mereka adalah menghadirkan kandidat yang mumpuni. Tugas tambahannya adalah melengkapi peta koalisi dengan peta politik idealis untuk wakil sehingga tercipta pasangan yang siapapun pemenangnya adalah yang terbaik untuk Kota Pangkal Pinang.

Ibrahim memprediksi, pertarungan pada Pilwako Pangkalpinang 2018 mendatang akan berjalan lebih riuh dan menarik.

Selain karena incumbent tidak turun gunung, jalannya kontestasi akan diwarnai dengan perang gagasan karena Pangkalpinang membutuhkan terobosan-terobosan baru.

Satu catatan penting Ibrahim bahwa masyarakat Pangkalpinang secara umum adalah masyarakat terdidik, kritis, dan rasional. Kampanye yang substantif dengan pendekatan yang tidak lebay menjadi kebutuhan untuk memenangkan kontestasi.

"Kekuatan figur dan aspek komunikasi yang efektif saya kira menjadi kunci untuk bisa mendapatkan tempat di hati pemilih," ujar Ibrahim.

Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help